Oleh: Syahril Syam *)
Ahli bedah Universitas Yale, Dr. Bernie Siegel, melihat mengapa beberapa pasien kankernya dengan peluang yang buruk bertahan sementara yang lain dengan peluang yang lebih baik meninggal. Siegel menemukan bahwa penderita kanker yang sembuh adalah mereka yang memiliki semangat juang, dan dia menyimpulkan bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Hanya pasien yang tidak dapat disembuhkan. Siegel juga melihat harapan sebagai kekuatan yang kuat untuk penyembuhan.
Bernie Siegel bahkan menceritakan bagaimana Norman Cousins yang menderita penyakit mematikan bisa sembuh karena memiliki sikap yang optimis untuk sembuh. Norman Cousins sembuh karena ia dan kelompoknya merasa optimis dan yakin bisa mengalahkan penyakit dan hidup normal kembali.
Karena ternyata ada kelompok lain pada pasien-pasien yang menderita penyakit merasa pasrah dengan keadaan dan putus asa. Cousins ketika berbicara tentang plasebo pada tahun 1979 mengatakan, “Prosesnya bekerja bukan karena keajaiban apa pun di tablet (obat gula), tetapi karena tubuh manusia adalah apoteker terbaiknya sendiri dan karena resep yang paling sukses diisi oleh tubuh itu sendiri.”
Memang benar, saat hidup mulai terasa hampa bagi seseorang, biasanya hanya ada satu jalan yang paling sering dipilih, yaitu putus asa. Kebanyakan dari kita cenderung menarik diri dari kehidupan ini. Apapun yang dilakukan akan terasa kering dan tak bermakna lagi. Oleh sebab itu, saat penyakit datang melanda, orang-orang seperti ini akan mulai merasa pesimis dan merasa yakin bahwa penyakitnya sudah tidak bisa lagi disembuhkan.
Dengan demikian, niat yang jelas yang digabung dengan emosi konstruktif dan positif yang intens akan mengkondisikan tubuh kita untuk percaya bahwa potensi masa depan yang kita pilih telah terjadi di dalam diri kita. Emosi konstruktif yang meningkat sangat penting, karena hanya ketika pilihan kita membawa amplitudo energi yang lebih besar daripada program bawaan (kebiasaan) di otak dan kecanduan emosional dalam tubuh, kita akan dapat mengubah sirkuit otak dan ekspresi genetik tubuh kita, serta rekondisi tubuh kita ke pikiran baru (menghapus jejak sirkuit saraf lama dan pengkondisian).
@pakarpemberdayaandiri











