Oleh: Syahril Syam *)
Lia Ring adalah seorang peneliti di bidang psikologi dan kesehatan mental, khususnya dalam konteks stres pasca-trauma dan faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis. Ring bersama koleganya melakukan sebuah penelitian menarik, yaitu bagaimana persepsi individu tentang kematian dapat memengaruhi pengalaman mereka dengan trauma dan kesehatan mental.
Penelitiannya untuk mengetahui apakah ada hubungan antara gejala stres pasca trauma (Post-Traumatic‐Stress Symptoms, PTSS) dan harapan dipengaruhi/dimoderatori oleh kedekatan subjektif dengan kematian (Subjective Nearness‐to‐Death, SNtD) di kalangan orang dewasa yang lebih tua (lansia).
Efek moderasi adalah konsep dalam analisis statistik dan penelitian sosial yang merujuk pada situasi di mana hubungan antara dua variabel dipengaruhi atau dimodifikasi oleh variabel ketiga, yang dikenal sebagai variabel moderator.
Dengan kata lain, efek moderasi terjadi ketika kekuatan atau arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen bervariasi tergantung pada level variabel moderator. Variabel moderator ini dapat memperkuat, melemahkan, atau bahkan mengubah arah hubungan antara variabel independen dan dependen. Misalkan ada hubungan antara stres (variabel independen) dan kesejahteraan psikologis (variabel dependen).
Namun, hubungan ini mungkin dipengaruhi oleh dukungan sosial (variabel moderator). Orang yang memiliki dukungan sosial tinggi mungkin mengalami hubungan yang lebih lemah antara stres dan kesejahteraan dibandingkan dengan mereka yang memiliki dukungan sosial rendah.
SNtD yang menjadj varibael moderator adalah konsep dalam psikologi dan penelitian yang merujuk pada pengalaman subjektif seseorang tentang kedekatannya dengan kematian. Konsep ini sering digunakan untuk memahami bagaimana orang merasakan dan menilai kemungkinan mereka akan menghadapi kematian, baik dalam konteks penyakit, kecelakaan, atau situasi kritis lainnya. Ini bisa melibatkan perasaan cemas, ketakutan, atau kesadaran akan kemungkinan kematian. Atau pengalaman kritis, dimana seseorang merasa bahwa kematian sangat mungkin atau dekat, seperti dalam kondisi medis yang serius, kecelakaan parah, atau pengalaman mendekati kematian.
Hasil penelitian Ring menunjukkan mereka yang tingkat PTSS-nya lebih tinggi dan merasa bahwa kematian mereka sudah dekat, memiliki tingkat harapan yang lebih rendah. Harapan adalah bagian integral dari kondisi psikologis seseorang sepanjang hidup, terutama pada saat stres. Ketika orang yang telah mengalami trauma masa lalu memasuki usia tua, dibutuhkan harapan yang lebih besar karena hubungannya dengan tantangan yang berkaitan dengan usia. Namun ketika SNtD seseorang tinggi (merasa semakin mendekati kematian) penderita PTSS akan memiliki harapan yang rendah.
Kesadaran akan kematian dapat memunculkan emosi negatif, dan gejala pasca trauma akan lebih kuat kaitannya dengan tingkat harapan yang lebih rendah. SNtD dapat menimbulkan emosi negatif yang mencegah adaptasi orang setengah baya dan orang dewasa yang lebih tua terhadap berbagai situasi yang menegangkan, seperti tekanan psikologis, gejala depresi, dan ancaman kematian.
Namun, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka yang mampu mempertahankan SNtD yang lebih rendah (tidak terlalu mengkhawatirkan kematian) dan merasa waktu hidup mereka lebih luas, bahkan ketika melaporkan tingkat PTSS yang tinggi, masih menyimpan rasa harapan. Bisa kita simpulkan dari penelitian ini adalah SNtD cenderung bersifat subjektif. Dengan kata lain, setiap orang tentu memiliki pemahaman yang berbeda terkait SNtD.
Bagi sebagian orang, kesadaran akan kematian dapat membantu mereka memprioritaskan hal-hal yang penting, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan rasa harapan dengan mengarahkan fokus pada makna dan tujuan hidup. Kesadaran tentang keterbatasan waktu dapat mendorong mereka untuk mencari dukungan, mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesehatan mental, dan membangun hubungan yang lebih mendalam. Pengaruh memikirkan kematian sangat bergantung pada individu. Beberapa orang mungkin menemukan kekuatan dan harapan dalam pemikiran dan pengalaman tersebut, sementara yang lain mungkin merasa lebih tertekan.
@pakarpemberdayaandiri











