KINERJAEKSELEN.co, Depok – Dalam Islam, segala sesuatu diatur dan memiliki adabnya masing-masing, bahkan dalam kegiatan makan dan minum. Adab makan dan minum bukan hanya sekedar aturan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah jika dikerjakan dengan niat yang baik.
Bahkan, adab makan dan minum yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW memiliki dampak positif bagi kesehatan.
Hal itu disampaikan Ustzh Dr. Nur Hamidah Lc, M.Ag, dalam Kajian Figh di Masjid Adz Dzikri, Pesona Kayangan, Depok, Jawa Barat, Kamis 20 Juli 2023.
“ Rasulullah pernah masuk ke rumah Maimunah, lalu dihidangkan daging dhob (biawak padang pasir), ketika Rasulullah hendak mengambil daging tersebut sebagian wanita berkata, “Beritahukanlah kepada Rasulullah tentang makanan yang hendak beliau makan.” Orang-orang pun berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah daging dhob (biawak padang pasir), ” Lalu beliau mengangkat tangannya, aku pun berkata, “Apakah daging itu haram wahai Rasulullah?” beliau bersabda, “Tidak, karena daging tersebut tidak ada pada kaumku, (Hr Bukhari),” kata Uztzh dalam kajiannya.
Lalu, bagaimana adab makan dan minum sesuai ajaran Rasulullah SAW? Simak penjelasannya di bawah ini.
Tidak Senderan
Rasulullah melarang makan dan minum dalam keadaan bersandar. Islam memiliki aturan dalam adab saat makan dan minum. Selama ini kita sudah paham, bahwa makan dan minum sebaiknya menggunakan tangan kanan, duduk, tidak tergesa-gesa dan lainnya.
Tak hanya itu, ternyata ada posisi makan dan minum yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Posisi tersebut adalah sambil bersandar. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Aku tidak makan sambil bersandar” [HR Bukhari: 4979]
Nabi Muhammad SAW melarang makan dan minum sambil bersandar bukan tanpa alasan. Adab makan ini ternyata memiliki manfaat. Sebab makan dan minum sambil bersandar bisa membahayakan.
Posisi itu bisa menghalangi proses masuknya makanan secara alami dalam kondisi yang wajar. Dengan begitu, makanan akan sulit menuju lambung sehingga akan menekan lambung dan lambung pun tak siap menerima makanan.
Kondisi Berwudlu
Sebagaimana disampaikan, Rosulullah makan paha kambing kemudian salat dan tidak berwudu lagi.” (HR. Bukhari: 200)
Minum Berdiri
Islam memiliki perhatian penuh bahkan terhadap perihal makan dan minum. Semua aturan dalam Islam terhadap aktivitas sehari-hari tidak lain diperuntukkan untuk kemaslahatan pengikutnya.
Larangan makan dan minum sambil berdiri dalam Islam ini langsung disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahkan ada penjelasannya secara ilmiah yang akan membuat kita membenarkan bahwa makan dan minum lebih baik dalam posisi duduk dibandingkan berdiri.
Nabi Muhammad melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim: 3771) –
Tidak Mencela
Salah satu bentuk adab yang perlu diperhatikan berkaitan dengan makanan adalah adanya larangan untuk mencela (menghina) makanan.
Sebab larangan tersebut adalah karena makanan (pada hakikatnya) merupakan ciptaan Allah Ta’ala, sehingga tidak boleh dicela. Ada sisi (penjelasan) yang lain terkait larangan ini, yaitu celaan terhadap makanan akan menyebabkan adanya rasa sedih dan menyesal di dalam hati orang yang telah membuat dan menyiapkan makanan tersebut
Rasulullah tidak pernah mencela makanan sekali pun. Bila beliau berselera, maka beliau memakannya dan bila tak suka, maka beliau meninggalkannya. (HR. Bukhari: 4989)
Jangan Sambil Nafas
“Apabila salah seorang dari kalian minum, maka janganlah bernafas di tempat air minum tersebut, dan apabila salah seorang dari kalian kencing maka janganlah menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan, namun apabila salah seorang dari kalian harus menyentuhnya, hendaknya tidak menyentuh dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhari: 5199)
Mulakan Dengan Basmallah
Umar bin Abu Salamah ia berkata, Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Muslim: 3767)
Makan Dengan Tangan Kanan
“ Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.” (HR. Muslim: 3763)
Umar bin Abu Salamah ia berkata, Dulu aku berada di pangkuan Rasulullah, lantas tanganku memegang piring, maka beliau bersabda kepadaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Muslim: 3767)
Akhiri Dengan Hamdallah
Nabi Muhammad SAW jika selesai makan beliau mengucapkan: ‘AlHAMDULILLAAHILLADZII ATH’AMANAA WA SAQAANAA WA JA’ALANAA MUSLIMIIN (Segala puji bagi Allah Yang telah memberi makan serta minum kami dan menjadikan kami orang-orang muslim).’” (HR. Abu Daud: 3352) –
Tanpa Basmallah Ditempel Setan
Hudzaifah dia berkata, Bila kami menghadiri jamuan makan bersama Rasulullah ﷺ, kami tidak meletakkan tangan kami hingga beliau memulai meletakkan tangan beliau. ketika kami menghadiri jamuan makan bersama beliau, tiba-tiba datang seorang budak perempuan yang ingin meletakkan tangannya pada makanan itu, Rasulullah ﷺ meraih tangannya (menyingkirkannya), kemudian seorang Badui datang yang ingin meletakkan tangannya di atas makanan itu, Rasulullah ﷺ pun meraih tangannya. Beliau lalu bersabda, “Sesungguhnya Setan akan mendapatkan makanan yang tidak disebut nama Allah dan ia datang bersama anak perempuan ini untuk mendapatkannya, lalu aku meraih tangannya, ia juga datang bersama orang Badui ini untuk mendapatkannya lalu aku meraih tangannya. Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Sesungguhnya tangan setan itu berada di tanganku seperti ia ada di dalam tangan keduanya (orang Badui dan budak perempuan).” (HR. Muslim: 3761)
Terjatuh Makanan Jangan Jadi Santapan Setan
Jika suapan salah seorang terjatuh maka bersihkanlah kotorannya, makanlah dan jangan membiarkannya untuk santapan setan”. (HR. Ahmad: 13869)
[ Diana/red ]











