Syahril Syam, ST, C.Ht, LNLP *)
Saat kita memikirkan betapa nikmatnya mangga manis dan merasakan dengan intens pikiran itu, maka tubuh akan mengeluarkan beberapa tetes air liur. Jika perasaan itu terasa sangat nyata bahwa kita memang sedang memakan mangga manis, tubuh akan merespon apa yang kita rasakan tersebut dengan benar-benar membuat lidah kita merasakan manisnya mangga.
Kemarahan yang terpendam akan direspon tubuh dengan membuat seseorang merasakan getaran hebat pada tubuhnya. Kalau dipendam terlalu dalam, seringkali menyebabkan demam. Begitu pula saat seseorang merasa seperti akan flu, walau hanya bersin beberapa kali. Jika perasaan “seperti akan flu” ini intensitasnya menguat, tubuh pun akan benar-benar sakit flu.
Perasaan malu, rasa bersalah, apati, kesedihan, takut, dan marah adalah perasaan-perasaan yang membuat tubuh cenderung mudah sakit. Ya, karena tubuh memang mematuhi perasaan. Sebaliknya, perasaan cinta, kasih sayang, sabar, ikhlas, dan bahagia akan membuat tubuh justru mudah menyembuhkan penyakit yang dialami dan membuat kita menjadi lebih sehat dan berenergi.
Semua sel tubuh kita akan selalu selaras dengan apa yang kita rasakan. Dengan mengubah perasaan, kita sesungguhnya mengubah keadaan jiwa dan tubuh kita.
@pakarpemberdayaandiri











