KINERJAEKSELEN.co, Subulussalam – Warga di sepanjang aliran sungai Lae Kombih meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Subulussalam untuk melakukan publikasi hasil laboratorium limbah PT Global Sawit Semesta, yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu, karena diduga mengakibatkan ribuan Ikan mati terindikasi mencemari aliran sungai Lae Kombih dan aroma bau tak sedap di lingkungan sekitarnya.
Warga mengatakan,jika Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Subulussalam sudah melakukan pemeriksaan lapangan dan mengambil sampel limbah, sebaiknya segera dan langsung mempublikasikan hasil pemeriksaannya ke publik.
“Sebagai instansi penyelenggara pelayanan, khususnya mengenai lingkungan, DLHK Kota Subulussalam wajib memenuhi asas-asas pelayanan publik diantaranya transparan dan akuntabel, terlebih lagi isu ini sudah menjadi sorotan publik” ucap warga,Sabtu , (07/01/2023).
Lanjut warga, PT GSS merupakan perusahaan besar dan PMKS yang paling tua yang berusaha di kota Sada Kata ini,seharusnya sudah memiliki standar pengolahan limbah yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan, sehingga dapat menjadi contoh untuk perusahaan lainnya yang ada di Kota Subulussalam.
Adanya keluhan warga terkait limbah PT GSS yang diduga mengotori sungai dan menimbulkan bau di lingkungan sekitar, harus segera di luruskan, apakah benar GSS mengelola limbah seperti itu.
Warga menambahkan, Pemerintah Daerah dan instansi vertikal yang diberi tugas oleh undang-undang harus serius menindaklanjuti keluhan warga. Investasi memang harus dipermudah, namun bukan menutup mata terhadap lingkungan.
“Ada aturan-aturan yang wajib dipenuhi sebelum perusahaan berinvestasi. Kami harapkan investasi dapat selaras dengan kesehatan masyarakat sekitar dan ramah terhadap lingkungan hidup. Bukan hanya menggerakan roda perekonomian dalam jangka pendek, namun merusak tatanan kehidupan dimasa depan,” tegas warga.
Untuk diketahui, pada tanggal 29/11/2022 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Subulussalam mengaku sudah mengambil sampel limbah PMKS PT GSS dan menyampaikan ke publik,bahwa 20 hari kedepan akan mengumumkan hasil laboratoriumnya.
“DLHK sudah mengambil sampel limbah PMKS PT GSS dan 20 hari kedepan baru hasil laboratorium didapat”,jelas Kadis DLHK Kota Subulussalam Ali Rahman,S.Hut saat di konfirmasi via pesan WhatsApp beberapa waktu lalu.
Dan pada tanggal 19/12/2022 ketika ditanyakan bgmn sudah hasil laboratorium limbah PT.GSS,kadis DLHK menjawab “belum keluar bang”.
Beberapa waktu lalu Kabid terkait di DLHK ketika ditanyakan beberapa awak media bagaimana hasil lab limbah GSS,ia menjawab” tanya pak kadis”
Dan pada hari ini,sudah sebulan lebih sejak peristiwa ribuan Ikan mati tersebut,ketika ditanya melalui pesan WhatsApp,bgmn sudah hasil laboratorium limbah pabrik minyak kelapa sawit GSS beberapa waktu lalu dan bilamana terbukti ada pelanggaran, langkah apa yang akan diambil DLHK ?. Kadis DLHK tidak menjawab,walau pesan telah tercentang dua biru.
Mengapa kadis DLHK belum mau menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil lab.Ini menjadi tanda tanya publik.
[dedi]












