Berita  

Pasca Gempa Warga Pengungsian Posko Cianten Belum Menerima Bantuan, Adakah Kepedulian ??

KINERJAEKSELEN.co, Bogor – Pasca gempa warga pengungsian posko Cianten belum juga menerima bantuan yang di butuhkan saat ini, terkait pasca gempa Magnitudo 4,6 Skala Richter, yang terjadi pada Kamis (14/12/2023) lalu, dirasakan pada pukul 06.35 WIB 12 Menit, silam, warga pun membutuhkan pakaian, air bersih dan makanan sehari-hari.

“Dinas- dinas terkait maupun pihak Dinsos Kabupaten Bogor, belum juga ada yang datang ya, sementara penanggulangan kebutuhan warga pengungsian baru dari Pemdes saja bersama pihak Kecamatan Leuwiliang, itu pun hanya sebatas kemampuan kami saja, “ungkap Agus Sholeh Lukman Kepala Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).

Agus juga menambahkan, yang di butuhkan warga pengungsian saat ini adalah, kasur, peralatan mandi, MCK selimut dan juga penanganan trauma healing, serta obat‐obatan

Sementara gempa yang terjadi berkekuatan Magnitudo 4,6 itu tak hanya mengguncangkan wilayah Kabupaten Sukabumi saja, melainkan wilayah Kabupaten Bogor juga ikut merasakan hal yang sama

Kejadian ini juga di rasakan oleh warga lainnya, dan ini sedikitnya juga di rasakan di lima kecamatan yang berbeda diantara nya adalah di wilayah Kecamatan Pamijahan juga di wilayah Kecamatan Leuwiliang guncangan tersebut juga menembus di rasakan warga Desa Purasari,

Meskipun pada “Update terkini data sementara jumlah KK mencapai 360 KK, atau kurang lebih kisaran 1000 jiwa yang teridentifikasi pada kerusakan berat, ringan maupun sedang rumah tinggal mereka, “kata Agus Soleh Lukman

Ini juga sambil menunggu hasil mitigasi perhitungan kaji cepat assesment yang akan di lakukan secara fix oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bogor

Itupun masih ada yang menyusul warga melampirkan data, datang ke posko pengungsian yang di dirikan bersama-sama BPBD Kabupaten Bogor, posko utama yang berada di pos lapangan perkebunan teh Cianten bekas pabrik PTPN VIII RW 10 Desa Purasari

“Sebagai posko pengungsian, posko Cianten juga tuk sementara kami baru mendirikan 3 tenda saja, itupun 1 tenda di dirikan swadaya masyarakat setempat, “ucap Agus SL.

“Agus juga menyesalkan, sangat di sayangkan, kenapa DPKPP Kabupaten Bogor belum juga turun, sementara perhitungan kaji cepat BPBD untuk assessment perlu dilakukan dan terintegrasi olehnya, “keluh dia di hari ke 3 pasca gempa

“Apalagi semalam ada informasi di suruh ambil logistik ke Garehong ke wilayah Desa Purabakti. Anak-anak sudah pada ke sana malam-malam bersama BPBD. Ehh datang ke sana malah enggak ada, padahal di sana mereka paling pertama di awal mendapatkan bantuan, justru minta malah enggak di kasih, “sesal Agus

Pemdes juga sudah mulai kewalahan saat ini, untuk menutupi kebutuhan sekali makan saja warga terdampak bisa mencapai 1000 bungkus nasi, maka dalam satu hari nya pun tersedia bisa mencapai 36.000 bungkus nasi

“Sedangkan pada tenda pengungsian saja, warga kami hanya tertampung kisaran 150 jiwa yang tersebar di 3 tenda posko pengungsian Cianten yang ada, sementara kami masih sangat kekurangan, terlebih ada juga yang sakit membutuhkan Pelayanan Puskemas Pembantu atau Pustu, “ungkap Kades Purasari dalam keadaan sedih ia mencarikan kepada wartawan. [wm].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *