Oleh: Syahril Syam *)
Penuaan adalah proses alami yang tidak dapat dihindari. Seiring waktu, setiap manusia akan mengalami penuaan. Karena hukum semesta menetapkan jalur perjalanan alamiah bagi setiap makhluk untuk kembali kepada Sang Maha Sempurna. Namun jika kita melihat penuaan dalam konteks hukum sebab-akibat, maka penuaan terjadi karena beberapa sebab. Bisa karena faktor genetik, dimana gen-gen tertentu dapat mengatur berbagai mekanisme biologis yang mempengaruhi rentang usia dan kecepatan penuaan.
Bisa karena kerusakan pada DNA akibat paparan radiasi, radikal bebas, atau proses metabolisme normal selama bertahun-tahun yang menyebabkan kerusakan seluler. Hal ini dapat mengganggu fungsi normal sel-sel dan mempercepat penuaan. Radikal bebas yang dihasilkan dalam proses metabolisme normal dapat merusak sel-sel tubuh. Bisa juga karena terjadi penurunan hormon, dimana seiring bertambahnya usia, produksi hormon tertentu dalam tubuh cenderung menurun dan dapat memengaruhi proses regenerasi jaringan, metabolisme, dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Jika kita memperhatikan beberapa sebab terjadinya penuaan di atas, maka semuanya terkait dengan molekul emosi. Molekul emosi merujuk pada neurotransmiter dan hormon-hormon tertentu yang terlibat dalam proses fisik dan kimia di dalam otak dan sistem saraf, yang memengaruhi suasana hati, perasaan, dan respons emosional. Salah satu molekul emosi yang menyebabkan penuaan adalah hormon stres seperti kortisol, yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres, dapat merusak kolagen dalam kulit dan memengaruhi regenerasi sel-sel kulit.
Dan sebaliknya, kebahagiaan dan kasih sayang dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dan oksitosin, yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi stres. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berkontribusi pada kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan, termasuk kulit yang lebih sehat. Walaupun tidak ada molekul emosi tunggal yang secara langsung menentukan awet muda, namun pengaruh hormon dan neurotransmiter terhadap kesehatan secara keseluruhan, termasuk kualitas kulit, memainkan peran penting dalam menjaga penampilan yang muda dan sehat dari waktu ke waktu.
Dan karena diri kita 99 persen ditentukan oleh keadaan hati kita, maka keadaan hati yang destruktif menyebabkan meningkatnya hormon stres yang mempercepat proses penuaan, dan sekaligus mengurangi produksi endorfin dan oksitosin, juga memengaruhi DNA sehingga terjadi proses penuaan dengan sangat cepat. Sedangkan keadaan hati yang konstruktif menyebabkan proses penuaan melambat dan terjadi regenerasi sel-sel kita dengan lebih baik. Dengan menjaga keadaan hati kita untuk berada ke keadaan yang konstruktif akan membantu kita terlepas dari stres kronis yang berkelanjutan, yang membuat kita terjaga dari seringnya mengalami berbagai emosi destruktif yang seringkali bersifat rutin di setiap hari.
@pakarpemberdayaandiri











