Berita  

Sikapi Dampak Konflik AS-Israel dan Iran, DEN Minta Pemerintah Pertimbangkan Impor Minyak Mentah dari Rusia

[Foto ilustrasi serambi]

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah agar mempertimbangkan impor minyak mentah dari Rusia. Hal ini menyusul adanya relaksasi sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Anggota DEN Kholid Syeirazi menyatakan bahwa pelonggaran sanksi oleh AS harus menjadi momentum pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber impor. Ia menyoroti harga minyak mentah Rusia yang lebih murah dibandingkan harga pasar global.

“Nah dengan pelonggaran Amerika ini saya kira momentum itu mulai meningkatkan, mulai meningkatkan sumber-sumber pasokan termasuk dari Rusia yang dulu itu lumayan ekonomis, karena yang mau beli itu enggak banyak dan enggak berani, karena takut diembargo oleh Amerika,” kata Kholid, dikutip dari Bloomberg Technoz, saat ditemui di Rest Area KM 57 Jakarta–Cikampek, Senin (16/3/2026).

Menurut Kholid, Rusia telah menawarkan komoditas migas ke sejumlah negara saat masih dikenakan sanksi, bahkan siap memasok dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu tertentu. Namun, kekhawatiran akan sanksi AS membuat sedikit negara yang berani menerima tawaran tersebut.

Kholid meyakini minyak mentah Rusia cocok untuk diolah di kilang minyak domestik karena kemampuan kilang dalam negeri untuk mengolah berbagai tipe minyak mentah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa impor minyak mentah dari Rusia dapat menjadi peluang jika terdapat relaksasi sanksi. Menurutnya, keputusan impor merupakan keputusan bisnis yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

Yuliot menegaskan bahwa Kementerian ESDM belum mempertimbangkan opsi tersebut dan belum menyiapkan kajiannya. “Belum ada,” ungkapnya.

Di sisi lain, Uni Eropa juga menjatuhkan pembatasan terhadap sektor energi Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 2022, termasuk embargo impor minyak.

AS telah mengeluarkan izin kedua bagi pembeli untuk mengambil kargo minyak Rusia yang sudah berada di laut, sebagai upaya meredakan tekanan harga akibat perang di Timur Tengah. Langkah ini memperluas pembebasan yang diberikan pada India sebelumnya.

Berdasarkan data DEN dan BPH Migas, komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra, antara lain Nigeria (25%), Angola (21%), Arab Saudi (19%), Brasil (9%), Australia (8%), serta negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.

Untuk impor BBM, Indonesia tercatat mengimpor paling banyak dari Singapura dan Malaysia pada 2025. Negara lainnya yang menjadi sumber impor BBM RI antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume impor minyak mentah kode HS 27090010 sepanjang 2025 mencapai 15,99 juta ton, naik dari 15,27 juta ton pada 2024.

Sumber: Bloomberg Technoz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *