DEPOK, KINERJAEKSELEN.co – Kesucian tauhid dan kokohnya institusi keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban Islam yang tangguh. Menjawab tantangan zaman yang kian kompleks, Masjid Adz Dzikri, Depok, menggelar kajian Islam mendalam yang mengupas tuntas tentang refleksi teologis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, Rabu (28/10/2026).
Kajian ilmiah yang dihadiri oleh ibu-ibu anggota kajian, menghadirkan Ustadzah Dr. Nur Hamidah, Lc, M.Ag. Kajian kali ini mengangkat tema yang sangat krusial, yakni “Kisah Harut Marut, Ketahanan Tauhid dan Keluarga”.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Dr. Nur Hamidah mengurai kembali kisah dua malaikat, Harut dan Marut, yang diutus di negeri Babilonia sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 102. Beliau menekankan bahwa kisah tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sebuah peringatan besar mengenai fitnah (ujian) sihir, pemisahan suami-istri, dan taruhan keimanan yang relevan hingga hari ini.
“Ujian yang dihadapi umat di masa Harut dan Marut esensinya adalah ujian terhadap kemurnian tauhid. Sihir dan tipu daya syaitan saat itu merusak hubungan paling sakral dalam Islam, yaitu ikatan pernikahan antara suami dan istri. Hari ini, polanya mungkin berubah menjadi distorsi informasi, gaya hidup hedonis, dan paham-paham yang merusak nilai-nilai keluarga, namun akarnya tetap sama: lemahnya ketahanan tauhid,” ujar Ustadzah Nur Hamidah di hadapan jemaah.
Lebih lanjut, Doktor lulusan universitas Islam terkemuka ini menjelaskan tiga pilar penting untuk menjaga ketahanan keluarga dari berbagai terpaan fitnah akhir zaman:
Pengokohan Tauhid sebagai Fondasi Utama: Setiap anggota keluarga wajib memiliki keyakinan yang bersih dari syirik, khurafat, dan ketergantungan pada selain Allah, sehingga tidak mudah goyah oleh tekanan materi maupun spiritual.
Kewaspadaan Terhadap Perusak Hubungan Suami-Istri: Memahami hak dan kewajiban masing-masing serta menjaga komunikasi yang berlandaskan syariat agar pintu-pintu perpecahan yang diinginkan syaitan dapat tertutup rapat.
Pendidikan Agama yang Konsisten di Rumah: Menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang membentengi anak-anak dari paparan pemikiran yang merusak akidah.
Kajian berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Banyak jemaah yang berkonsultasi mengenai kiat praktis menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap membawa pengaruh negatif bagi anak dan pasangan.
Melalui momentum kajian di Masjid Adz Dzikri ini, diharapkan masyarakat, khususnya warga Depok, dapat lebih mawas diri dan proaktif dalam membentengi keluarga mereka dengan ilmu agama. Sebab, keluarga yang memiliki ketahanan tauhid yang kuat tidak hanya akan selamat di dunia, tetapi juga menjadi modal utama terwujudnya masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
[Diana]










