KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Perdana Menteri Malaysia membuat gebrakan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dengan menghindari korupsi.
Saat menyampaikan pidato di acara open house Tahun Baru Imlek, yang diselenggarakan Balai Pertemuan Tionghoa Kuala Lumpur dan Selangor (KLSCAH), Anwar kembali menegaskan akan sumpahnya untuk memberantas korupsi.
Tegas Anwar, semua pihak dalam pemerintahannya yang bersatu telah diberikan instruksi jelas tentang hal tersebut.
Yang menarik dari pidato Anwar, Menteri tidak boleh merangkap jadi pengusaha, karena akan membuat negara hancur.

Pengamat Politik Jerry Massie menilai, pidato Anwar Ibrahim tersebut menjadi kunci keberhasilan untuk membangun negara yang bebas korupsi.
Jerry pun membandingkan dengan kondisi pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini.
“ Saya pikir menteri ini fokus bukan mengurus negara tapi menggunakan fasilitas negara untuk memperkaya dini sendiri. Coba lihat di era mendiang Soekarno dan Soeharto tugas menteri benar-benar sebagai pejabat publik dan kerjaannya hanya urus negara. Beda dengan kita di kabinet Jokowi dimana ada sejumlah menteri yang berstatus sebagai pengusaha. Mereka mengurus juga usaha dan negara,” kata Jerry Massie melalui keterangan di Jakarta, Selasa [31/1/2023]
“Nanti ke depan siapa presiden terpilih mengangkat menteri mereka yang pure ngurus dan ngatur negara bukan menteri hanya side job atau pekerjaan sampingan. Otomatis anggaran negara bisa saja dia pakai untuk bisnis si menteri yang bersangkutan. Saya kira pernyataan PM Malaysia sangat benar dan tepat. Jadi pisahkan antara pengusaha dan menteri. Paling istilah Break even point (BEP) alias nyari keuntungan pasti akan dilakukan. Bahkan menggunakan fasilitas negara untuk membangun bisnisnya,” pungkasnya.
[nug/red]











