Ustadz Abdul Somad, Bahagia Itu Terletak Pada Rasa Syukur

Ustad Abdul Somad di Masjid Merah, Kota Depok, Jumat [16/6/2023]

KINERJAEKSELEN.co, Depok – Ustadz Abdul Somad [UAS} berujar bahwa bahagia itu terletak pada syukur karena barangsiapa yang bersyukur kepada Allah maka dialah orang yang paling bahagia. Dalam Islam, segala perkara apapun yang terjadi, akan tetap ditolong Allah selagi manusia dapat bersyukur dan berbuat baik semasa hidupnya.

Nasehat itu disampaikan UAS di Masjid Merah, Kota Depok, Jumat [16/6/2023]

Ustadz bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu menyebut manusia tidak akan mendapatkan ketenangan jika terus-menerus mengejar keinginan duniawi.

“Hidup itu harus seimbang. Hanya orang yang pandai bersyukur yang bisa menikmati hidup,” kata UAS

Alumni Universitas Al Azhar,Kairo, Mesir, itu mencontohkan, ada banyak sekali orang yang sudah kaya materi, tetapi tidak sempat menikmati hidup. Karena dalam pikirannya selalu ingin memperbanyak materi.

Menurut UAS , banyak di luar sana yang kekurangan tidak tercukupi kebutuhan pokok namun mereka tetap bersyukur. Bukan hanya harta benda yang harus disyukuri, tetapi segala sesuatu yang Allah SWT berikan harus kita syukuri jangan sampai kita kufur nikmat.

Begitupun ketika dihadapkan dengan perkara yang diharapkan, namun belum terwujud, manusia harus dapat melihat ke bawah agar senantiasa bersyukur.

Padahal, kekayaan sebenarnya yang mesti dikejar di dunia ini, menurut Ustaz Somad, adalah kekayaan batin. Yaitu, merasa cukup dengan materi yang ada dan memperbanyak amal untuk persiapan menghadap Allah SWT.

Keinginan memperbanyak materi di dunia, dikatakan Ustaz Somad, adalah pengaruh hawa nafsu. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat manusia agar tidak menjadi budak hawa nafsu. Untuk mencegah hal itu, sebaiknya, menurut Abdul Somad, dengan cara meminimalisasi keinginan dan memperbanyak amal saleh.

Amal saleh tersebut, kata Ustadz, sebagai bentuk rasa syukur dengan berbagi dengan orang lain.

Ketika kita berbagi dengan orang lain, kita akan merasa lebih bersyukur atas segala nikmat yang telah kita terima. Selain itu, berbagi juga dapat membuat orang lain merasakan nikmat yang sama dengan kita.

UAS mengingatkan kita tentang nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung yang telah diberikan kepada kita.

Mulai dari nikmat kesehatan, keluarga, harta, sampai nikmat keimanan dan nikmat hidayah.

“ Semua itu adalah nikmat Allah yang tak terhitung banyaknya dan tak mungkin bisa dihitung. Namun sayangnya, banyak di antara kita yang sering lupa akan nikmat-nikmat tersebut dan tidak pernah bersyukur,” kata UAS mengakhiri.

[risdiana/jgd]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *