KINERJAEKSELEN.co, Donggala – Kabupaten Donggala, merupakan kabupaten dengan sejarah panjang dan potensi alam yang kaya di Sulawesi Tengah. Donggala merupakan kabupaten yang memiliki kekayaan maritim, sumber komoditi pertanian dan perkebunan serta pariwisata yang sangat kaya.
Namun faktanya angka kemiskinan, stunting dan berbagai persoalan infrastruktur masih membelenggu Donggala. Organisasi pemuda Leadershub Sulawesi Tengah dan sejumlah organisasi kepemudaan Donggala menggelar dialog daring bersama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Donggala.
Pada dialog daring tersebut, Ketua KADIN Donggala, Rahmad M Arsyad memaparkan, sejumlah persoalan yang terjadi dan solusi perubahan bagi kemajuan di Kabupaten Donggala akan datang. Tiga persoalan menjadi sorotan utama, yakni tingginya angka kemiskinan, persoalan pendidikan dan pengembangan enterprenur digital bagi kaum muda dan permasalahan stunting serta kaum perempuan.
Menyikapi persoalan tersebut, sejumlah langkah kongkrit disampaikan oleh Rahmad pertama, berfokus pada program pertanian dan perkebunan serta kelautan seperti yang selama ini di gagas KADIN Donggala dan sudah berjalan lewat program penanaman jagung bibit unggul dari Syngenta.
“Jika 1 badan usaha milik desa (BUMDES) mengelola 10 hektar lahan kebun dengan produktifitas 7 ton maka ada 70 ton hasil produksi di kalikan harga jagung Rp.5 ribu rupiah perkilo satu BUMDES menghasilkan 350 juta di kalikan 100 desa saja bisa 350 Miliar, begitu juga pada kelautan dan budidaya perikanan dan tambak,” Papar Rahmad.
Kedua lanjutnya, beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Donggala di Universitas menjadi fokus program bagi kaum muda. Urusan pendidikan adalah komitmennya, karena berdasarkan pengalaman dirinya sejak SMA menjadi anak yatim piatu.
“Saya sekolah SMA hanya mengandalkan beasiswa hingga di jenjang perguruan tinggi. Oleh sebab itu, saya tidak ingin adik-adik saya dari Donggala putus sekolah dan tidak melanjutkan ke tingkat Universitas hanya karena biaya. Saya tau rasanya susah ketika sekolah,” Kenang Rahmad.
Begitu pula dengan program 1000 enterprenur digital paparnya melanjutkan, ini harus di pacu dan sekarang di kota Donggala yaitu di Banawa layaknya apa yang sudah di praktikan melelui aplikasi Draiv Donggala yang sudah berjalan.
“Ketiga, program penurunan stunting dan perlindungan 1000 hari usia emas bagi kaum ibu juga menjadi topik pembahasan serta jaminan pangan bagi orang tua tunggal terutama janda menjadi salah satu aspek yang banyak di soroti harus segera di selesaikan, Insya Allah itu bisa kita wujudkan bersama jika kita di percayakan menjadi pengambil kebijakan,” Tukas Rahmad M Arsyad.
[wies]











