KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Ketersediaan pangan di Jawa Barat selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 dilaporkan surplus.
Menurut Neraca Pangan Provinsi Jawa Barat, dari 12 komoditas pangan strategis yang dipantau, hampir semuanya berada dalam kondisi surplus.
Komoditas seperti beras dan jagung bahkan mencatat surplus signifikan, mencapai 500.000 ton, sementara komoditas lainnya seperti daging ayam, telur, dan cabai memiliki surplus berkisar antara 1 hingga 87 ton berdasarkan data hingga Februari 2025.
Hanya tiga komoditas yang sempat mengalami defisit, yaitu daging sapi/kerbau (3 ton), bawang putih (9 ton), dan minyak goreng (44 ton). Namun, defisit ini tergolong kecil dan telah diatasi dengan pasokan dari impor serta daerah lain di luar Jawa Barat, sehingga secara keseluruhan ketersediaan pangan tetap surplus.
Harga pangan strategis juga relatif stabil, meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai merah keriting (lebih dari 58%) dan cabai rawit merah (lebih dari 100%) dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Stabilitas ini didukung oleh upaya pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan pasokan mencukupi selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, secara umum, masyarakat Jawa Barat dapat menjalani periode ini tanpa kekhawatiran kekurangan pangan.
Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan cabai merah keriting lebih dari 58 persen, dan cabai rawit merah lebih dari 100 persen kenaikannya. Dalam neraca, kondisi perkembangan harga tersebut terpantau hingga Jumat (28/3/2025).
Editor: Jagad N











