MANOKWARI, PAPUA BARAT, KINERJAEKSELEN.co — Bagi masyarakat Papua, sirih bukan sekadar tanaman yang tumbuh di tanah tropis. Ia adalah bagian dari tradisi, simbol penghormatan, perekat hubungan sosial, dan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Namun kini, komoditas yang memiliki nilai budaya tinggi tersebut menghadapi persoalan baru: harga yang terus melonjak dan pasokan yang semakin terbatas.
Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menembus angka Rp700.000 per kilogram, Selasa (15/9/2026). Kenaikan harga ini terjadi bersamaan dengan semakin berkurangnya jumlah pedagang yang masih menyediakan sirih di pasar tradisional tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Sanggeng, hanya sekitar empat stan yang masih menjual sirih. Sebagian pedagang lainnya kini lebih memilih menjual pinang tanpa sirih, karena keterbatasan pasokan dan tingginya harga pembelian dari pemasok.
Sirih yang dikenal dalam ilmu botani dengan nama latin Piper betle L. merupakan tanaman merambat yang telah lama digunakan masyarakat Papua dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya. Dalam kehidupan masyarakat Papua, sirih sering dikonsumsi bersama pinang (Areca catechu L.) dan kapur sebagai bagian dari tradisi menginang.
Lebih dari sekadar konsumsi sehari-hari, sirih memiliki makna simbolik yang kuat. Dalam berbagai komunitas adat Papua, penyajian sirih pinang menjadi bentuk penghormatan kepada tamu, media membangun hubungan kekeluargaan, simbol perdamaian, serta bagian dari proses komunikasi sosial dalam berbagai pertemuan adat maupun kegiatan masyarakat.
Karena nilai budaya tersebut, keberadaan sirih tidak hanya dilihat sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua.
Di Pasar Sanggeng, harga eceran sirih saat ini berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000 untuk tiga buah. Sementara harga setengah kilogram mencapai Rp350.000 dan seperempat kilogram sekitar Rp125.000.
Salah seorang pedagang sirih di Pasar Sanggeng membenarkan adanya lonjakan harga tersebut. Menurutnya, kenaikan terjadi secara bertahap dalam satu bulan terakhir.
“Sekarang harga sirih sudah Rp700.000 per kilogram. Setengah kilo Rp350.000 dan seperempat Rp125.000,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Juli 2026 harga sirih masih berada di kisaran Rp300.000 per kilogram. Setelah itu harga meningkat menjadi sekitar Rp500.000, kemudian dalam beberapa pekan terakhir kembali naik.
“Satu minggu yang lalu naik lagi Rp500.000 sampai Rp600.000 dan saat ini harga Rp700.000,” ujarnya.
Pedagang menyebut salah satu penyebab kenaikan harga adalah berkurangnya pasokan akibat kondisi musim kemarau. Selain itu, terdapat informasi mengenai keterbatasan pengiriman sirih dari Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menuju Manokwari.
Seorang warga yang ditemui di salah satu pondok pinang kawasan Pasir Putih, Manokwari, mengaitkan kondisi tersebut dengan kabar dugaan penyelundupan ganja dalam pengiriman sirih.
“Pengiriman sirih saat ini dibatasi karena saya dengar ada temuan penyelundupan ganja di dalam sirih saat pengiriman dari Jayapura ke Manokwari,” katanya.
Namun, informasi mengenai dugaan tersebut belum terverifikasi secara independen. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan adanya penyelundupan maupun pembatasan pengiriman akibat peristiwa tersebut.
Bagi pedagang dan masyarakat Papua, kondisi ini bukan hanya persoalan kenaikan harga sebuah tanaman. Sirih memiliki posisi khusus dalam kehidupan sosial masyarakat. Ketika pasokan berkurang, yang terdampak bukan hanya aktivitas perdagangan, tetapi juga tradisi dan kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung selama generasi.
Masyarakat berharap adanya perhatian terhadap keberlanjutan pasokan sirih, baik melalui penguatan budidaya lokal, pengembangan kebun sirih masyarakat, maupun tata kelola distribusi yang lebih baik.
Sebab bagi Papua, sirih bukan hanya daun hijau yang dijual di pasar. Ia adalah bagian dari cerita panjang tentang penghormatan, persaudaraan, dan identitas budaya yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat.
(Domlok)












