Langkah BI: Jaga Stabilitas BI-Rate dan Longgarkan GWM Demi Pacu Likuiditas Makro

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti

JAKARTA, KINERJAEKSELEN.CO – Menghadapi dinamika geopolitik global serta fluktuasi nilai tukar rupiah belakangan ini, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.

Keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) ini diikuti dengan penaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00%, sementara suku bunga Lending Facility tetap di posisi 6,50%.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini merupakan langkah konsisten demi memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian global.

Selain itu, langkah moneter ini menjadi upaya mitigasi preventif untuk memastikan bahwa laju inflasi nasional tetap terkendali dalam sasaran yang ditetapkan, yakni 2,5±1%.

Di sisi lain, untuk tetap memberikan ruang gerak bagi perekonomian domestik, Bank Indonesia menyeimbangkan kebijakan pengetatan tersebut dengan melonggarkan aspek likuiditas makroprudensial.

BI mengumumkan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan secara bertahap mulai November.

Kebijakan pelonggaran likuiditas ini diproyeksikan mampu menyuntikkan tambahan dana segar ke dalam sistem perbankan hingga mencapai Rp190 triliun.

Injeksi likuiditas berskala besar ini sengaja dirancang agar sektor perbankan memiliki kapasitas dan ruang yang cukup luas untuk terus menyalurkan kredit produktif ke sektor riil.

Melalui bauran kebijakan moneter yang solid antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan kredit, Bank Indonesia optimistis roda perekonomian nasional akan tetap bergerak tangguh dan adaptif di tengah berbagai tantangan global.

<span;>(KE/Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *