MANOKWARI, PAPUA BARAT — Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP., M.H., melontarkan kritik keras terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari. Ia menegaskan, anggaran belanja pegawai yang mencapai sekitar Rp600 miliar atau hampir separuh APBD harus diimbangi dengan disiplin, tanggung jawab, dan pelayanan publik yang nyata.
Penegasan tersebut disampaikan Hermus saat memimpin apel gabungan perangkat daerah di halaman Kantor Bupati Manokwari, Senin, 2 November 2026.
Menurut Hermus, besarnya anggaran yang digunakan untuk membiayai aparatur pemerintah tidak boleh berbanding terbalik dengan hasil kerja yang diberikan kepada masyarakat.
“Kalau anggaran untuk membiayai pegawai mencapai sekitar Rp600 miliar, sementara kinerja kita masih minim, maka kita harus merasa berdosa dan bertanggung jawab. Ini harus menjadi bahan introspeksi diri, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” tegas Hermus.
Ia mengingatkan bahwa ASN digaji menggunakan uang negara sehingga setiap pegawai wajib memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hermus juga menyoroti sebagian ASN yang aktif mempersoalkan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), termasuk melalui media sosial, tetapi belum menunjukkan kedisiplinan dalam melaksanakan kewajiban dasar sebagai aparatur pemerintah.
“Kalau soal TPP, kita ribut ke sana kemari, bahkan sampai di media sosial. Tetapi kewajiban yang kecil saja, seperti disiplin dan kehadiran, tidak bisa kita laksanakan dengan baik. Bagaimana kita mau mengerjakan tanggung jawab yang lebih besar?” ujarnya.
Bupati meminta seluruh kepala perangkat daerah melakukan pembinaan terhadap pegawai, termasuk memberikan pemahaman apabila ditemukan alasan ketidakhadiran yang tidak logis.
Asisten III bersama perangkat daerah yang membidangi kepegawaian diminta mengevaluasi absensi dan kinerja ASN secara objektif. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar pemberian apresiasi kepada pegawai yang disiplin serta pembinaan terhadap pegawai yang belum menjalankan kewajibannya.
Meski demikian, Hermus memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen memenuhi hak-hak pegawai, termasuk pembayaran TPP.
“Bulan November ini kita upayakan pembayaran TPP untuk tiga bulan, dan pada Desember tiga bulan berikutnya. Pemerintah tetap memprioritaskan gaji dan TPP pegawai meskipun kita menghadapi kondisi efisiensi anggaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hermus juga menyerahkan surat keputusan jabatan secara simbolis kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Ia meminta seluruh pejabat menerima keputusan pimpinan daerah demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kelancaran pelayanan masyarakat.
“Jabatan yang diberikan kepada kita harus disyukuri sebagai amanat dari Tuhan dan kepercayaan pimpinan daerah. Karena itu, laksanakan kepemimpinan dengan baik, bertanggung jawab, dan berikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat,” pesannya.
Hermus menekankan pentingnya pembinaan pegawai oleh setiap pimpinan perangkat daerah. Seluruh ASN harus memahami tugas pokok dan fungsinya agar mampu bekerja secara profesional, mematuhi aturan, serta menjaga loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan.
Memasuki November, Hermus meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran secara berkualitas, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan perundang-undangan.
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan wajib mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa (PBJ), mekanisme administrasi, serta dilengkapi bukti pelaksanaan dan dokumen pertanggungjawaban yang benar.
“Jangan lagi ada kegiatan fiktif. Semua kegiatan harus benar-benar dilaksanakan dan ada bukti pertanggungjawabannya. Kebiasaan lama bekerja dengan sistem kebut semalam harus ditinggalkan. Jangan menipu masyarakat, pemerintah, dan Tuhan,” tegasnya.
Menurut Hermus, keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak hanya diukur dari besarnya dana yang terserap, tetapi juga dari kualitas hasil dan manfaat yang diterima masyarakat.
Ia juga menargetkan penyusunan dan pembahasan APBD Kabupaten Manokwari Tahun Anggaran 2027 dapat dituntaskan pada November 2026.
Dalam arahannya, Hermus turut menyampaikan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-128 Kota Manokwari yang jatuh pada 8 November 2026.
Bupati memastikan peringatan tahun ini tidak dilaksanakan secara berlebihan, mengingat kondisi kemampuan keuangan daerah.
“HUT Manokwari tahun ini kita laksanakan secara sederhana, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Tidak perlu kegiatan yang terlalu semarak, tetapi makna peringatannya harus tetap kita jaga,” katanya.
Karena tanggal 8 November bertepatan dengan hari Minggu, upacara peringatan HUT Manokwari dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026, di halaman Kantor Bupati Manokwari.
Menjelang peringatan tersebut, Hermus menginstruksikan seluruh perangkat daerah bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti selama sepekan untuk membersihkan lingkungan kota.
“Manokwari adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan kota ini penuh dengan sampah. Dalam satu minggu ini, mari kita bersihkan lingkungan, kantor, jalan, dan tempat-tempat umum agar kota kita tetap bersih, indah, dan nyaman,” ajaknya.
Persoalan kebersihan kota dan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Bupati. Hermus meminta setiap OPD berpartisipasi dalam penyediaan bak sampah melalui dukungan dan koordinasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Ia berharap keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat sarana persampahan serta membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, kerja sama dengan Bank Papua dalam penerapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online (red.daring) menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan ketertiban, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Menutup arahannya, Hermus mengingatkan seluruh ASN agar bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga kepercayaan masyarakat, dan menjadikan pelayanan publik sebagai tanggung jawab utama.
“Apa yang kita tabur hari ini pasti akan tumbuh dan menghasilkan buah. Kalau kita bekerja dengan baik dan benar, hasilnya akan dinikmati oleh keluarga, masyarakat, dan semua orang. Karena itu, mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
[Yo]












