Dirut Perum Bulog Budi Waseso Siap Perang Lawan Mafia Beras

Dirut Perum Bulog Budi Waseso

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas)  geram dengan ulah para mafia beras. Secara tegas, Buwas, demikian karib disapa, nyatakan perang terhadap para mafia dan mengaku sudah mengantongi nama-nama mafia beras tersebut.

Tak hanya itu, bahkan Buwas telah menelusuri dan merekam aksi mafia beras tersebut dalam video. Ia menuturkan, para pedagang dikumpulkan oleh mafia beras tersebut dan mendapat intimidasi.

Ia pun mengaku sudah mengantongi nama para pelaku dan alamat mereka beraksi.

“ Saya sudah ngikutin semua. Ternyata para pedagang ini mendapatkan harga mahal. Ngapain pake ngumpulin para pedagang terus diintimidasi. Ada rekamannya semua, siapa yang hadir. Saya tahu dimana tempatnya. Saya tahu model apa preman-preman begini,” kata Buwas pada pers beberapa waktu lalu.

Karena itu, Bulog menyatakan akan menjual stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudangnya secara terbuka. Artinya penjualan dilakukan tanpa koordinator atau perantara. Sehingga, pedagang bisa mendapatkan harga Rp 8.300 per kilogram, sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Ia menuturkan setiap pedagang beras berhak mendapatkan pasokan dengan harga yang murah. Dengan harga pembelian Rp 8.300 per kilogram, ia menilai seharusnya harga beras paling tinggi di tingkat konsumen hanya Rp 9.000 per kilogram.

“Tapi yang terjadi apa? Harganya tetap tinggi,” kata dia.

Berkaitan dengan harga beras yang kian meroket, Buwas menuding bahwa keberadaan mafia yang mengerek harga beras di level pedagang itu sebagai biang keroknya. Menurutnya, apabila pedagang mendapat harga yang tinggi, tentu harga di level konsumen akan melonjak.

Ia pun menepis kabar yang menuding dirinya sebagai pihak yang memonopoli perdagangan komoditas beras. Buwas menekankan Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah secara langsung menugaskannya untuk menggelontorkan sebanyak mungkin stok CBP untuk meredam kenaikan harga beras.

“Jadi tidak ada monopoli terus penguasaan. Tidak benar bahwa saya yang paling utama yang mendapatkannya, saya paling berhak. Nggak ada,” ujarnya.

Menurut penuturan Buwas, Presiden Jokowi telah secara langsung menugaskannya untuk menggelontorkan sebanyak mungkin stok CBP untuk meredam kenaikan harga beras.

Sebagai Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, kata Buwas, ia sebetulnya sudah tahu sejak lama keberadaan mafia beras itu. Namun, kini sebagai Direktur Utama Bulog, Buwas tak bisa bertindak apa-apa.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *