Energi Berfikir Positif

Owner Kinerja Group Risdiana Wiryatni

Catatan Hikmah Risdiana Wiryatni *)

Positive thinking adalah cara berfikir yang di proses secara positif yang menghasilkan “energi yang positif”, yaitu suatu energi yang akan menghasilkan pemikiran-pemikiran dan sikap-sikap yang baik yang dapat membuat manusia menjadi bersemangat, melakukan hal-hal yang benar dan menjadi bahagia.

Berpikir positif bukan berarti mengabaikan situasi hidup yang tidak menyenangkan. Berpikir positif berarti Anda memandang ketidaknyamanan dengan cara yang lebih positif dan produktif. Kita akan berpikir kemungkinan terbaik yang akan terjadi, dan bukan yang terburuk. Dalam islam istilah untuk berpikir positif biasa disebut husnuzon, yang memiliki arti memegang pendapat yang baik dan berpikir baik tentang orang lain. Terdapat hadis dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana dia mengatakan bahwa Allah berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Manusia, diberi akal dan kemampuan berpikir oleh Allah,  hal ini merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki oleh manusia. Pikiran merupakan salah satu penentu tingkah laku, sikap, maupun perkataan. Berpikir positif memiliki dampak dan pengaruh besar dalam kehidupan seseorang.

Saat kita mulai berpikir positif, kekuatan besar datang mengimbangi cara berpikir kita untuk tetap melakukan hal-hal baik dengan cara yang baik. Dengan berpikir positif, kita akan terhindar dari dampak kehidupan yang buruk.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan bisa hidup sendirian, dan bahkan akan selalu membutuhkan manusia lainnya dalam menjalani kehidupan ini, dan tidak jarang terjadi gesekan / konflik dalam hubungan itu satu sama lain. Maka dari itu , Islam mengajarkan habluminannas agar kita sebagai manusia dapat menjaga hubungan baik dengan sesama dengan berdasarkan prasangka baik kepada sesama ( positif thinking ).

Positive thinking adalah cara berfikir yang di proses secara positif yang menghasilkan “energi yang positif”, yaitu suatu energi yang akan menghasilkan pemikiran-pemikiran dan sikap-sikap yang baik yang dapat membuat manusia menjadi bersemangat, melakukan hal-hal yang benar dan menjadi bahagia.

Dalam agama islam juga sudah sangat familiar bagi kita sehari-hari adalah husnudzon. Husnudzon berasal dari dua kata yakni husnu dan dzan yang memiliki arti berbaik sangka. Sedangkan secara istilah, husnudzon dimaknai dengan berbaik sangka terhadap segala sesuatu termasuk dengan ketetapan Allah yang diterima manusia. Sementara itu ada suudzon yang menjadi kebalikan dari husnudzon. Sikap ini sangat dilarang dalam agama Islam.

Dalam surat Al Hujurat, Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan berdakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat [49]: 12)

Bersikap husnudzon akan membawa keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia asalnya dari Allah Ta’ala, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa dan kemaksiatan manusia itu sendiri. Kita hendaknya saling berprasangka baik dan jangan saling mencurigai. Husnuzan melahirkan sikap saling menghormati antar sesama agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjaga dengan baik. Karena itulah apabila kita mendengar hal yang buruk terjadi terhadap saudara kita, kita sebaiknya ber-tabayyun yaitu mengecek terlebih dahulu sebelum mempercayai hal yang negatif.

Berfikir positif memainkan peran penting dalam psikologi positif, subbidang yang dikhususkan untuk mempelajari apa yang membuat orang bahagia dan merasa puas. Berfikir positif bukan berarti kita mengabaikan situasi hidup yang tidak menyenangkan. Berfikir positif berarti kita memandang ketidaknyamanan dengan cara yang positif dan produktif. Kita akan berfikir kemungkinan terbaik yang akan terjadi dan bukan yang terburuk.

Berpikir positif juga bisa berarti optimis. Ini kaitannya dengan masa depan termasuk dari yang sedang kita kerjakan saat ini akan memberikan hasil kepada kita. Kebalikannya orang yang pesimis tidak yakin apa yang dia lakukan akan memberikan hasil.

*) CEO Kinerja Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *