KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Jabatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bertambah lagi. Presiden Jokowi menunjuk Luhut sebagai Ketua Task Force alias Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi Indonesia-Papua Nugini.
Hal itu disampaikan oleh Luhut melalui keterangan unggahan akun Instagramnya, @luhut.pandjaitan yang diunggah Kamis (6/7/2023) lalu.
Tanggung jawab terbaru Luhut ini, menambah daftar panjang jabatannya yang pernah diembannya, selama dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi.
Di antaranya, mulai dari Menteri Koordinator Bidang, Politik, Hukum, dan Keamanan; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ad Interim; Ketua Panitia Nasional IMF-World Bank (WB) 2018; Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi; hingga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).
Selain itu, Luhut juga mengisi jabatan Koordinator PPKM Jawa-Bali; Ketua Dewan Pengarah Penyelamat Danau Nasional; Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia; Ketua Komite Kereta Cepat Antara Jakarta-Bandung; serta Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional.
“Kemarin Presiden (Jokowi) menekankan untuk membuat kerja sama. Presiden segera dengan prime minister (PM Papua Nugini James Marape) juga sepakat membuat task force, di mana task force dari Indonesia Presiden menunjuk saya jadi ketuanya. Kemudian, dari PNG ditunjuk Deputi PM Pak John (John Rosso),” tulis Luhut dalam unggahannya.
Ia menuturkan, Satgas Hilirisasi Indonesia-Papua Nugini akan mempercepat kerja sama antara kedua negara dalam pengolahan bahan mentah.
Luhut memastikan, dalam waktu dekat Deputi PM Papua Nugini John Rosso akan segera datang ke Indonesia. Nantinya, ia dan John Rosso akan merundingkan apa saja yang difokuskan dalam kerja sama tersebut.
“Kalau ini dibuat saling menguntungkan. Kemiskinan di PNG (Papua Nugini) bisa banyak dikurangi karena dari 9 juta penduduk, 2,5 juta orang dalam kemiskinan. Jadi, angkanya tinggi sekali,” ucapnya.
Menurut Luhut, penjelasan Jokowi tentang hilirisasi sudah diterima oleh PM Papua Nugini James Marape. Penjelasan tersebut, kata dia telah disambut dengan hangt.
“Prime minister (PM Papua Nugini) menerima penjelasan dengan luar biasa sekali hangatnya, karena Presiden (Jokowi) membuka sekali peluang kerja sama dan mereka memahami Indonesia itu sekarang sangat maju,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan hilirisasi akan membawa Indonesia dari negara berkembang, menjadi negara berpenghasilan tinggi (high income country), atau dalam 20 tahun mendatang akan menjadi negara maju.
[asumsi/red]









