Luhut Bertemu Presiden Afsel Bahas Rencana Indonesia Impor Sapi dan Kedelai  

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa.

Dalam pertemuan tersebut Luhut mengungkapkan rencana Indonesia untuk mengimpor sapi dan kedelai dari Afrika Selatan.

Kepada Presiden Cyril Ramaphosa, Luhut mengungkapkan adanya rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Brasil, Rusia, India, China, dan Afsel (KTT – BRICS) tahun ini.

“Semangat Bandung yang digagas lebih dari 68 tahun yang silam merupakan tonggak penting yang memprakarsai perjuangan kemerdekaan negara-negara di Afrika. Semangat itu juga lah, yang membawa saya kembali mengunjungi beberapa negara Afrika selama tujuh hari ke depan. Saya merasa terhormat dapat diterima oleh Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa serta jajaran menteri lainnya. Pertemuan ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan kehadiran Presiden @jokowi pada gelaran KTT BRICS yang akan dilaksanakan minggu ketiga bulan Agustus nanti,” ujar Luhut melalui unggahan Instagram @luhut.pandjaitan, Rabu (12/7/2023).

BRICS diketahui merupakan aliansi negara-negara berkembang yang dipelopori Brazil, Rusia, India, China, dan Afsel untuk mendukung eksistensi mereka satu sama lain dalam berbagai bidang, khususnya ekonomi.

Dalam KTT tersebut, kata Luhut Indonesia akan menandatangani kesepakatan terkait impor sapi dan keledai Afsel. Adapun Indonesia berencana mengimpor 50.000 ekor sapi dan 300.000 ton kedelai.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan RI itu menyebutkan, impor tersebut mutlak dilakukan mengingat harga daging sapi yang semakin melejit. Terlebih, berdasarkan data pandangan (outlook) dari Kementerian Pertanian, mencatat Indonesia masih membutuhkan 40 persen komoditas daging sapi.

“Indonesia juga masih membutuhkan 3 juta ton kedelai yang harus dipenuhi. Inilah upaya kami untuk mensiasati tingginya kebutuhan akan kedua komoditas itu,” ucap Luhut

Di sisi lain, Luhut melakukan kunjungan bersama Pertamina dan PLN yang telah berbicara dengan mitra usaha mengenai peluang mamasok listrik ke Afsel, memanfaatkan gas dari konsensi BUMN itu di Mozambik.

Selain itu, kunjungan ke Afsel turut dilakukan dalam rangka menjalin relasi antara BUMN dengan pengusaha asal negara tersebut yang fokus pada pertambangan mineral kendaraan listrik, perdagangan B2B, keamanan energi seperti minyak dan gas, hingga perubahan iklim.

“Visi kami untuk menciptakan ekosistem industri kendaraan listrik yang kompetitif. Inilah komitmen kami terhadap solidaritas global untuk menciptakan kerja sama ekonomi yang kokoh, pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan, serta menciptakan kesejahteraan rakyat kami bersama-sama,” tuturnya.

[nug/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *