Pemilihan Senat dan Kongres AS semakin memanas, ini analisis Jerry Massie

Pengamat politik Jerry Massie

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Problem Inflasi yang menembus angka 8,7 persen serta imigran gelap menjadi isu krusial menuju pemilihan senat dan kongres pada mid term atau paruh waktu pada November 2022 di Amerika Serikat (AS).

Di luar konteks yang ada, isu perubahan iklim dan senjata merupakan masalah yang lebih penting bagi pemilih Latin daripada aborsi, yang menempati peringkat ketujuh dalam jajak pendapat.

Hal itu disampaikan pakar politik AS Dr. Jerry Massie melalui keterangan di Jakarta, Sabtu [22/10/2022]

“Nah, pada posisi ini Partai Demokrat diyakini akan memfokuskan pada isu aborsi sebagai strategi pemenangan. Meskipun isu-isu seperti pekerjaan, dan perbatasan cenderung naik bagi pemilih Latin,” papar Jerry Massie pakar politik AS menanggapi dinamika menjelang pemilihan senat dan kongres yang akan berlangsung.

Menariknya, sebut Jerry, dalam jajak pendapat dari sejumlah lembaga survei seperti Harvard-Harris, Rasmussen, Emerson, Gallup, Quinnipiac, The Hill sampai Suffolk di basis pemilih Hispanic yang mulai berubah.

Ia mencontohkan negara bagian Nevada, dimana Republik mampu menaklukan Demokrat yakni calon gubernur wakil Partai Republik Joseph Michael Lombardo yang mengungguli Steve Sisolak dengan tiga poin dan spread 1,3 poin.

Termasuk Adam Laxalt mengalahkan petahana Catherine Cortez Masto dengan dua poin dan spread 2,2 poin.

“ Semua komponen akan dikerahkan demi merespon pemilih native American. Mulai dari kelompok white (pemilih kulit putih) yang jumlah mencapai 70 persen, black (pemilih kulit hitam) persen dan hispanic (12 persen),” ujarnya.

Dikatakan Jerry, survei dari NBC News dan Telemundo survei terhadap 1.000 pemilih terdaftar Latin menemukan bahwa hanya 5 persen yang getol menyatakan aborsi sebagai masalah paling yang dihadapi negara.

“Isu yang paling mengkhawatirkan pemilih Latin, menurut jajak pendapat, tidak lain adalah biaya hidup diikuti oleh ancaman terhadap demokrasi, pekerjaan dan ekonomi dan imigrasi dan situasi di perbatasan,” jelas Jerry

Sebut Jerry, saat ini, Demokrat dihadapkan dengan keluarnya 30 anggota kongres yang tak mencalonkan diri lagi pada November dan ini berisiko bagi mereka untuk menang.

“Bisa saja GOP (Partai Republik AS) merebut 15-20 kursi di DPR. Dan dari 100 suara senat Republik saya perkirakan bisa merebut 53 atau 54 kursi,” imbuhnya.

Menurut Jerry, Scott, yang juga ketua Komite Senat Republik Nasional ( NRSC ), lebih optimis tentang peluang Partai Republik pada November daripada Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell, R-Ky., yang baru-baru ini menuai kritik dari dalam partainya sendiri setelah menjadi suam-suam kuku tentang prospek pemilihan Senat GOP .

Jerry berujar, Scott terlalu optimis mendapatkan suara 53,54,55

“Saya pikir kita bisa mendapatkan 53, 54, 55. Energi ada di pihak kita. Orang-orang muak dengan agenda Biden,” demikian kata Scott.

Prediksi 52-ke-55 kursi dari Scott bertentangan langsung dengan Senator Gary Peters, D-Mich., Ketua Komite Kampanye Senator Demokrat.

“ Bulan lalu, Peters menyatakan kemungkinan Senat Demokrat  memegang 52 kursi ketika Kongres bersidang kembali pada Januari. Dalam jajak pendapat New York Times-Siena College baru-baru ini, mayoritas responden survei menyukai pesan/rekam jejak Partai Republik untuk menangani mayoritas — dengan selisih 34 poin (64% Partai Republik/30% Demokrat),” pungkas Jerry.

[nug/red]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *