KINERJAEKSELEN.co, Singkawang Kalbar – Pemerintah Kota Singkawang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, mensosialisasikan komitmen dukungan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2024/2025.
Sosialisasi diberikan kepada seluruh Kepala Sekolah SD Negeri maupun Swasta se Kota Singkawang. Berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Senin ( 03/06/2024).
Sosialisasi PPDB ini, merupakan kelanjutan pasca ditandatanganinya komitmen dukungan PPDB oleh Pemkot Singkawang, BPMP Provinsi Kalbar, DPRD Kota Singkawang, sub sub bidang pendidikan dan kebudayaan Kota Singkawang, PGRI, IGI, Dewan Pendidikan, Insan Pendidikan, dan pers sebagai sosial kontrol pelaksanaan PPDB.
“Dari dinas dukcapil dan dinas kominfo Singkawang juga merupakan bagian penting PPDB. Karena berkenaan dengan data kependudukan siswa/i, informasi dan komunikasi, tahapan tahapan pelaksanaan PPDB, ” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S Pd., M. Si, menerangkan.
Tujuan dari pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini, agar memperoleh layanan pendaftaran secara tertib, cepat, mudah, terarah, transparan, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Makanya sejak penandatanganan MoU PPDB oleh Pemkot bersama BPMP Provinsi Kalbar dan lainnya, hari ini kita bergerak. Mensosialisasikan (PPDB) , ” ucap Asmadi memberikan pencerahan.
Pertama, kata Asmadi, merupakan panduan atau pedoman bagi para kepala sekolah, orang tua murid, masyarakat dan pemangku kepentingan.
Kedua, tujuan dari role model PPDB di Kota Singkawang, merupakan komitmen pemerintah untuk terus bekerja memberikan akses pelayanan pendidikan yang bermutu juga terjangkau dan murah.
Tujuan atau point yang ketiga dari PPDB, ada kaitannya dengan tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam sosialisasi terungkap. Saat ini, anak sekolah di Kota Singkawang rata rata IPM 8,21 belum tamat SMP. Oleh sebab itu, ditujuan PPDB yang ketiga ini, jelas Asmadi, terdapat 3 indikator sebagai komitmen pemerintah.
1. Peningkatan akses pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah pelosok Kota Singkawang. Anak anak usia sekolah harus mendapatkan kesempatan dan pelayanan pendidikan.
2. Peningkatan kualitas layanan pendidikan termasuk layanan pendidikan murid baru. Harus berkualitas didalam penerimaan peserta murid baru. Dari 102 sebaran SD baik negeri maupun swasta di Kota Singkawang harus berkualitas.
3. Peningkatan peran serta masyarakat, agar dikontrol dan dihimbau jangan sampai ada lagi anak usia sekolah di Kota Singkawang yang tidak sekolah. Termasuk anak anak yang berkebutuhan khusus.
Mengenai pelayanan pendidikan anak anak usia sekolah yang berkebutuhan khusus, Asmadi mengatakan, setiap SD di Kota Singkawang setidaknya menerima, 10℅ anak didik yang berkebutuhan khusus. Dan untuk mendukung hal tersebut, kata dia, guru pendidik anak berkebutuhan, akan dibina secara khusus pula untuk mengikuti pelatihan pelatihan maupun workshop workshop hingga mendapatkan sertifikasi layanan pendidikan anak anak didik yang berkebutuhan khusus.
Dalam tujuan menggapai peningkatan IPM dan terselenggaranya PPDB yang objektif, transparan, dan akuntabel. Pada kesempatan sosialisasi, Asmadi menyinggung peran serta orang tua murid. Yang harus bisa memilih dan memilih persoalan atau permasalahan yang menghampiri setiap anak didik. Karena anak didik merupakan tanggungjawab bersama.
Selain merupakan tanggungjawab orang tua di luar jam sekolah, juga merupakan tanggungjawab guru di jam atau saat di sekolah. Peran serta ini, harap Asmadi, harus dipahami sehingga permasalahan yang dihadapi siswa saat di luar jam atau di luar waktu disekolah, tidak semuanya dilimpahkan kepada pihak sekolah.
“Mesti dipahami, karena guru guru di sekolah termasuk saya bukan malaikat yang bisa mengurusi semuanya. Anak didik adalah merupakan tanggungjawab bersama. Namun persoalan atau permasalahan diluar jam sekolah, hendaknya peran orang tua murid lebih berperan aktif untuk mengawasi pendidikannya termasuk juga pergaulannya, ” tegas Asmadi mengimbau.
Mengenai keberadaan dan data siswa/i di sekolah, Asmadi pula mengimbau agar Kepala Sekolah, untuk aktif melaksanakan rapat minimal sebulan sekali. Guna mengevaluasi prilaku, kendala dan perkembangan siswa/i di Sekolah.
Harapan terpenting yang sangat menjadi perhatian Asmadi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, jangan sampai ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah hanya karena alasan atau himpitan ekonomi. Tidak terkecuali juga bagi anak usia sekolah yang berkebutuhan khusus. Sehingga Pendidikan yang berkualitas dapat terwujud.
Mendukung tujuan tersebut, Asmadi pula menghimbau keadaan sekolah yang harus selalu bersih, sehingga menjadi tempat yang indah dan senyaman mungkin. Memiliki ruang ruang literasi seperti pojok baca, yang bisa diserahkan kepada ahlinya untuk mengurusinya.
Begitupun dengan komite sekolah yang aktif, harus lebih diberdayakan. Sebaliknya yang tidak aktif, baiknya dilakukan pergantian agar keadaan yang berkenaan dengan fasilitas sekolah, sebagaimana aturan, dapat terlaksana dengan baik.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Singkawang Helmi Fauzi, S.H. yang hadir saat sosialisasi selaku narasumber, menyatakan apresiasinya. Terhadap upaya peningkatan IPM dan tahapan pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2024/2025 di Kota Singkawang.
(Ibnu Azan)











