banner 728x250
Daerah  

Perang Terhadap Perjudian, Pemdaprov Jabar Komitmen Berantas Judi Online dan Perjudian Konvensional

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman [Foto Tribunnews.com]

KINERJAEKSELEN.co, Bandung  – Fenomena judi online di Indonesia bak api dalam sekam. Tersembunyi, namun diam-diam membakar dan meluas dengan cepat.

Maraknya judi online di tengah masyarakat telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. Layaknya virus yang menyebar dengan cepat, judi online diam-diam menggerogoti sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dampak negatifnya pun tak bisa dipandang sebelah mata.

Mensikapi fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memberantas segala bentuk perjudian.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, pihaknya berkomitmen memberantas judi online dan pinjaman online ilegal yang marak terjadi di Jabar.

Berdasarkan dari data Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK), Jabar menjadi salah satu provinsi yang banyak mengakses judi online.

“Jabar salah satu provinsi yang terpapar judi online cukup besar, yakni 535.000 yang terpapar (masyarakat) dengan transaksi Rp3,8 triliun,” ungkap Herman saat ditemui di Kota Cirebon, Minggu (7/7/2024), dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.

Sebelumnya, Herman mengungkapkan, Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin telah membuat Surat Edaran (SE) larangan bagi pegawai ASN dan BUMD di Jabar. Sanksi disiplin akan diberikan bagi pegawai yang melanggar.

Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 98/KPG.03.04/INSPT mengenai Larangan Judi Online dan Judi Konvensional, dikeluarkan tanggal 27 Juni 2024. SE itu disebarkan ke seluruh OPD, BUMD dan Pemda Kabupaten Kota se -Jabar.

“Jika ada oknum pegawai ASN dan BUMD yang terlibat, kami akan proses dengan ketentuan yang berlaku. Kita mempunyai PP tentang disiplin ASN,” kata Herman.

“Kita harapkan tidak ada satu pun ASN dan pegawai BUMD yang terlibat judi online. Apabila sudah tanggung (terlibat), tentu kami meminta mulai saat ini dan ke depan tidak diulangi kembali,” ujarnya.

“Pemdaprov Jabar dan Forkopimda Jabar semua berkomitmen untuk memberantas judi online dan judi konvensional di Jabar. Jadi tidak boleh ada ruang sama sekali,” ungkap Herman.

[nug/rel]

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *