YOGYAKARTA, KINERJAEKSELEN.co – Menyoroti pesatnya perkembangan teknologi masa kini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi. Meski kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memberikan berbagai kemudahan instan, manusia sebagai pribadi yang hidup, harus dapat menjalankannya dengan sikap satya wacana, menyelaraskan antara perkataan, sikap, dan perbuatan.
“Kecerdasan buatan dapat mengolah data, namun manusialah yang harus menjaga satya wacana, kesatuan antara kata, sikap, dan perbuatan. Karena itu, pesan yang ingin saya tinggalkan hari ini sederhana, kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi,” tutur Sri Sultan dalam peresmian Rumah Studi di Laboratorium Alam SMA Kolese de Britto, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07).
Disampaikan Sri Sultan, kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mendalam. Proses menghadapi ketidakpastian, kegagalan, dan kegelisahan menjadi peristiwa penting dalam pembentukan karakter setiap pribadi, guna menjadi bekal untuk dapat memanfaatkan teknologi secara seimbang dan mengarahkannya dengan bijak.
“Yang unggul bukan selalu manusia paling cerdas yang dipasangkan dengan mesin paling canggih, keunggulan justru lahir dari manusia yang mampu membangun proses kerja yang baik bersama teknologi. Yang menentukan bukan hanya kecerdasan mesin, yang menentukan adalah kebijaksanaan manusia dalam mengarahkannya,” tambah Sri Sultan.
Maka dari itu, Sri Sultan berharap, sekolah dapat menjadi ruang yang tidak sekadar menumbuhkan kemampuan peserta didik, tetapi turut membentuk kepekaan dan nurani mereka. Sehingga, para siswa dapat memahami batasan dalam penggunaan teknologi, tidak terlena dengan kemudahan yang ditawarkan, serta terhindar dari dampak destruktif yang dapat ditimbulkan.
“Sebab pinter ora cukup. Selama masih ada ruang seperti ini, dikelilingi sawah, kolam, langit terbuka untuk merenung, akankah kita kehilangan arah? saya kira tidak, sekalipun algoritma berlari secepat apapun,” jelas Sri Sultan.
Kehadiran Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto turut mendapat apresiasi dari Sri Sultan. Kehadiran fasilitas tersebut memberikan ruang perenungan, membuka kesempatan bagi peserta didik untuk rehat sejenak dari sehala kebisingan zaman, sehingga proses pembentukan karakter dapat berjalan dan tumbuh secara utuh.
“Kepada Yayasan De Britto dan semua pihak yang merancang tempat ini, saya menyampaikan penghargaan. Anda tidak membangun menara gading, anda membangun pondok perenungan,” pungkas Sri Sultan.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Yogyakarta, RM Gusthilantika Marell Suryokusumo, serta segenap jajaran pengurus Yayasan SMA Kolese de Britto. Selepas peresmian, acara dilanjutkan ke sesi selanjutnya yakni Forum Inspiratif: Pinter Ora Cukup. Malam harinya, akan digelar Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon “Kalimasada Sang Pamarta”. (Dm/Rd/Ind)
Humas Pemda DIY












