banner 728x250

Sumut terbaik kendalikan inflasi, Gubernur Edy Rahmayadi beberkan rahasianya

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, memaparkan 'Best Practice Pengendalian Inflasi' kepada kepala daerah se-Indonesia dalam rapat pengendalian inflasi yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian melalui zoom, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (5/12/2022).

KINERJAEKSELEN.co, Medan — Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi terbaik kendalikan inflasi. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi memaparkan formulanya ke gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia.

Ada 3 pemerintah daerah (Pemda) yang diapresiasi Kementerian Dalam Negeri untuk Best Practice Pengendalian Inflasi yaitu Pemprov Sumut, Kota Tarakan dan Kabupaten Tabalong. Sumut jadi satu-satunya provinsi yang memaparkan kiat-kiat menjaga inflasi di tengah perekonomian global yang sedang sulit.

Kuncinya, menurut Gubsu, adalah pentingnya memahami suatu daerah secara komperhensif, komunikasi yang baik antar-Pemda dan melibatkan Forkopimda.

Selain itu, pemantauan harga dan ketersediaan barang juga harus dilakukan terus menerus agar bisa mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

“Penyebabnya klasik: beras, cabai merah, bawang putih, transportasi, bensin. Jadi mana yang masuk kategori rawan kita lakukan intervensi dan itu butuh komunikasi kuat antar-Pemda dan Forkopimda,” kata Edy saat memaparkan Best Practice Pengendalian Inflasi melalui zoom ke kepala daerah se-Indonesia di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (5/12/2022).

Inflasi Sumut pada November tercatat sebesar 5,03% (yoy) dengan deflasi 0,13, sedangkan untuk tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) 4,55%. Harga pangan dinilai paling berpengaruh pada inflasi Sumut dan harga yang sangat fluktuatif.

“Ada 11 komoditas punya andil pada inflasi kita, tetapi yang paling signifikan cabai merah 44,24%, bawang merah 24,34%, dan cabai rawit 31,2% karena itu perlu dipantau setiap hari,” kata Gubsu.

Tito Karnavian memuji langkah Edy Rahmayadi mengendalikan inflasi. Ada 10 provinsi yang dinilai berhasil menjaga tingkat inflasi (yoy) nya antara lain Gorontalo (5,41%), Sulbar (5,36%), Banten (5,34%). Kemudian Kepri (5,26%), Kaltara (5,24%), Sumut (5,03%), Papua Barat (4,70%), Sulut (4,30), DKI (4,11%) dan Maluku Utara (3,26%). Sumut salah satu yang terbaik dengan jumlah populasi dan banyaknya kabupaten/kota.

“Sangat bagus apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut. Ada 33 kabupaten/kota dan itu sangat tidak mudah. Mudah-mudahan bisa menjadi masukan untuk daerah lain,” kata Tito.

Kepala Badan Pangan Nasional RI, Arief Prasetyo, mengatakan, bahan pangan yang sulit dipenuhi hampir seluruh wilayah Indonesia adalah gula pasir dan bawang putih. Untuk itu, dia meminta Sumut mempererat kerja sama dengan Bulog agar inflasi bisa terus ditekan.

“Sangat baik apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut. Kalau gula pasir dan bawang putih mayoritas daerah kita memang impor. Untuk menjaga inflasi Sumut bisa koordinasikan dengan Bulog kita,” kata Arief.

Kegiatan ini juga dihadiri Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dan jajaran Menteri Dalam Negeri. Sementara di Aula Tengku Rizal Nurdin hadir hampir semua bupati/wali kota se-Sumut dan OPD terkait Pemprov Sumut.

(KTS/rel)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *