Mulailah Dengan Perasaan

Syahril Syam, ST., C.Ht., L.NLP

Oleh: Syahril Syam *)

Kita selalu memiliki perasaan tentang apapun. Kita bukan robot yang tidak memiliki perasaan. Dan karenanya robot selalu bertindak berdasarkan logika program yang ada pada sistemnya. AI atau Artificial Intelligence, yang biasa juga disebut sebagai Kecerdasan Buatan merupakan teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia.

AI memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien. Semua itu adalah pola-pola logika sistem. Sedangkan perasaan memiliki pola logika tersendiri, yang berbeda dengan logika akal sehat. Dan AI tidak akan pernah memiliki perasaan.

Secara logika akal, belajar adalah hal utama dan penting. Namun begitu perasaan seseorang tidak senang dengan belajar, maka ia pun akan menjauhi pelajaran walau akal sehatnya mengatakan bahwa belajar itu baik. Makanya bisa atau tidak bisa melakukan sesuatu, biasanya diukur dari perasaan kita, apakah kita merasa bisa atau merasa tidak bisa melakukan sesuatu. Itulah sebabnya, keyakinan adalah tentang perasaan, yaitu merasa yakin atau merasa ragu. Jadi ketika seseorang tiba-tiba merasa gugup berada di atas panggung, maka sebenarnya perasaan gugup adalah respon dari stimulus yang berupa kejadian berada di atas panggung.

Dan karena respon yang hadir adalah perasaan gugup, maka seringkali perasaan ini digeneralisasikan. Artinya, untuk setiap kejadian (stimulus) yang menghadirkan perasaan gugup mesti dihindari. Namun sebenarnya, respon adalah suatu pilihan yang bisa kita ambil. Dengan kata lain, rasa gugup sebagai suatu respon, bisa kita oilih untuk menggantinya dengan respon lain yang berupa perasaan tenang dan nyaman. Karena pada dasarnya seseorang tidak mau lagi naik ke atas panggung, bukan karena tidak mau mengalami kejadian itu lagi, akan tetapi mereka sudah tidak mau mengalami perasaan gugup yang pernah mereka rasakan sebelumnya.

Sehingga ketika respon perasaan gugup bisa kita ganti dengan perasaan lain, maka tentu saja berada di atas panggung bukan lagi suatu masalah yang mesti dihindari. Dari hal ini dapat kita pahami bahwa pada dasarnya seseorang trauma dengan suatu kejadian karena pada dasarnya ia merasa tidak nyaman dengan perasaan yang hadir ketika dikaitkan dengan peristiwa traumatik tersebut. Kebanyakan manusia cenderung menghindari perasaan tidak nyaman yang dirasakannya, dan karenanya menghindari hal-hal, benda-benda, atau orang-orang yang menjadi pemicu hadirnya perasaan tidak nyaman tersebut.

Itulah sebabnya kita mesti jujur dengan diri kita sendiri dan memulainya dengan perasaan yang kita rasakan. Bahwa setiap perasaan tidak nyaman yang dirasakan, hanyalah sebuah respon dari kejadian yang pernah dialami. Dan karena ini hanyalah respon, maka kita bisa memilih respon baru dengan mengganti perasaan tidak nyaman tersebut dengan perasaan yang benar-benar membuat kita nyaman.

Saat ditimpa masalah, umumnya yang hadir adalah perasaan tidak nyaman berupa marah, kecewa, menyesal, dan sejenisnya. Semua perasaan ini cenderung akan membuat seseorang berada dalam kondisi yang semakin destruktif (melemahkan diri sendiri). Namun ketika semua perasaan tidak nyaman itu diganti dengan perasaan yang sangat nyaman berupa perasaan bersyukur karena menerima dengan ikhlas semua ketetapan Tuhan, merasa bahwa Sang Maha Sempurna adalah juga Maha Pengasih dan Penyayang dan dengan itu kita merasa senantiasa dikasihi oleh-Nya, merasa Sang Maha Sempurna sebagai Maha Penolong dan karenanya hadirnya perasaan kebergantungan mutlak kepada-Nya sehingga terlepas semua perasaan yang ingin mengontrol semua keadaan, dan berbagai perasaan nyaman lainnya, maka semua perasaan ini justru yang akan membuat kita kembali bisa semangat (konstruktif) dalam menjalani hidup dan akhirnya mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Mulailah dengan perasaan yang nyaman dalam menjalani hidup.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *