KINERJAEKSELEN.co, Donggala – Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 8 kembali berlanjut dengan kegiatan Lokakarya 1 yang dilaksanakan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Tengah (BGP Sulteng) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala pada Sabtu, 17 Juni 2023 dengan menyasar para Calon Guru Penggerak (CGP) dari Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah.
Bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 labuan, Kecamatan Labuan, Donggala, kegiatan PPGP Angkatan 8 di laksanakan di bagi menjadi 5 kelas. Kegiatan ini untuk mengembangkan kompetensi pemimpin pembelajaran dalam menggerakkan ekosistem pendidikan. Demikian di sampaikan Abdul Rauf, Kepala Bidang P2TK mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala hadir di acara itu.
Melalui Lokakarya 1 ini diharapkan Calon Guru Penggerak (CGP) dapat menjelaskan hubungan mindset pemimpin pembelajaran di konteks sekolah, dan pentingnya komunitas belajar untuk dirinya sendiri maupun lingkungan belajar. Jelasnya.
Selain itu Kata Rauf, para CGP diharapkan mampu menjelaskan konsep, filosofi, dan prinsip komunitas belajar sebagai bagian dari peran guru penggerak, sehingga mereka dapat mengidentifikasi dan memetakan komunitas belajar yang sudah ada.
Para CGP berjumlah 54 orang dari Kabupaten Donggala ini mengikuti jalannya Lokakarya I yang dipandu oleh Pengajar Praktik (PP) dengan penuh antusias. Sejumlah aktivitas menarik seperti beberapa permainan kelompok lainnya membuat suasana lokakarya makin seru dan meriah.
Di tempat yang sama, Tasrifin selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Labuan mengatakan, sangat mengapresiasi penunjukan sekolah yang di pimpinnya menjadi tempat penyelenggaraan lokakarya. Ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan bisa berdampak positif bagi sekolah dan guru-guru SMP 1 Labuan.
“Ini bagus sekali SMP 1 Labuan di percayakan sebagai tempat pelaksana kegiatan lokakarya I Angkatan 8 CGP di Kabupaten Donggala. Karena dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi dorongan dan motivasi bagi guru-guru di sekolah kami ini dalam pengembangan dan peningkatan mutu Pendidikan di sini.” Ungkapnya.
Dengan adanya program pendidikan guru penggerak ini Tasrifin berharap, agar sekolahnya kelak bisa mendorong pengembangan karakter Pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid, menjadi teladan dan agen transformasi Pendidikan menuju profil pelajar Pancasila.
“Karena kita ketahui, Guru Penggerak itu merupakan pemimpin-pemimpin pendidikan dimasa depan yang mewujudkan generasi unggul bangsa Indonesia. Jadi harapan kami kepada guru penggerak itu bisa mengajak dan berbagi ilmu kepada guru-guru yang belum ikut dalam program ini demi pengembangan ekosistem Pendidikan yang baik dan bermutu.” Tegasnya.
Tasrifin menyatakan, SMP Negeri 1 Labuan saat ini sudah menerapkan pembelajaran kurikulum Merdeka bagi kelas 7 dan 8 dengan jalur Mandiri Berubah. Karena di ketahui ada tiga jalur IKM dalam penerapan kurikulum Merdeka, yaitu jalur Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.
“Di Labuan twerdapat 4 sekolah SMP Negeri, dan kami SMP 1 Labuan satu-satunya sekolah untuk tingkat SMP sudah menerapkan pembelajaran menggunakan kurikulum Merdeka di jalur Mandiri Berubah dan selangkah lagi akan menuju ke jalur Mandiri Berbagi.” Tukas Tasrifin dengan nada tegas.
DAD












