Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Akselerasi Target Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tantangan Tata Kelola

Presiden Prabowo saat melantik Wantimpres di Istana Negara, Jumat [2/10/2026]. Foto BPMI Setpres

JAKARTA, KINERJAEKSELEN.co — Genap dua tahun sudah roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.

Memasuki tahun kedua ini, Kabinet Merah Putih semakin agresif dalam mengejar target-target besar nasional, mulai dari ambisi lompatan ekonomi hingga penguatan ketahanan pangan, meski sekaligus harus menghadapi berbagai ujian kredibilitas di sektor tata kelola.

Salah satu sinyal kuat percepatan ini terlihat dari langkah taktis pemerintah dalam menggenjot penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di kuartal keempat (Q4) sebesar Rp1.300 triliun.

Langkah masif ini diambil demi memacu pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada di jalur yang positif serta menjaga stabilitas daya beli masyarakat yang belakangan menghadapi tekanan serius.

Di sektor pangan, komitmen ketahanan nasional dibuktikan dengan pergerakan cepat Kementerian Pertanian yang menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk membersihkan praktik mafia dalam rantai pasok unggas.

Langkah ini dinilai strategis bagi perbaikan ekosistem pangan dan perlindungan peternak lokal.

Namun demikian, perjalanan dua tahun ini bukan tanpa catatan kritis. Evaluasi dari berbagai elemen publik bermunculan.

Di ibu kota, gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa sempat bergulir untuk menuntut perbaikan kinerja pemerintah pada lima sektor utama. Tantangan lain juga muncul dari daerah, seperti sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait mutu proyek infrastruktur daerah serta fluktuasi indeks pasar saham yang menuntut kebijakan fiskal yang lebih solid.

Sejumlah pengamat ekonomi menekankan bahwa sisa masa jabatan ke depan harus dimanfaatkan kabinet untuk melakukan koreksi arah ekonomi secara cermat.

Pemerintah dituntut tidak hanya berfokus pada target angka pertumbuhan makro, melainkan memastikan bahwa alokasi anggaran yang besar tersebut benar-benar mampu mengalir ke tingkat akar rumput dan memperkuat anggaran daerah tanpa menimbulkan defisit tata kelola.

Dua tahun pertama ini telah meletakkan fondasi ambisius bagi Indonesia yang visioner. Kini, keberhasilan di sisa periode kepemimpinan akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah menyelaraskan ambisi ekonomi tersebut dengan transparansi, efektivitas penyerapan anggaran, dan penguatan tata kelola kelembagaan yang kokoh demi kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

( KE/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *