KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Dalam CNBC Economic Outlook 2025, yang digelar pada Rabu [26/2], Hashim Djoyohadikusumo menyampaikan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana akan melakukan efisiensi anggaran sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 326,3 triliun (kurs Rp 16.316 per dollar AS) setiap tahun.
Hashim menuturkan, dari efisiensi setiap tahun tersebut, pemerintah bisa mengumpulkan dana total US$ 100 miliar dalam lima tahun atau hingga 2029
“Tahun depan, Pak Prabowo dan pemerintah optimis ada tambahan US$ 20 miliar lagi. Jadi US$ 20 miliar ini tiap tahun loh. 5 tahun US$ 100 miliar, itu ekuitas bangsa Indonesia,” tutur Hashim.
Menurut Hashim, alasan Prabowo yang akan mengumpulkan dana sekitar US$ 20 miliar karena APBN diperkirakan tetap tumbuh, serta efisiensi yang dikumpulkan akan berasal dari kebocoran-kebocoran dana, program-program tak sesuai atau yang tidak efisien atau boros akan dihapuskan. Misalnya, anggaran untuk seminar dan perjalanan luar negeri.
Hashim mengatakan, anggaran hasil efisiensi itu kemungkinan disalurkan ke Danantara untuk diinvestasikan, atau dengan skema co-investment.
“Kalau bisa kita gandeng lewat Danantara, kalau co-investment US$ 20 miliar, dan dari asing US$ 20 miliar, jadi US$ 40 miliar ekuitas,” ungkapnya.
Nah dengan investasi tersebut, Ia menghitung bisa menghasilkan manfaat 3 hingga 4 kali lipat, dengan target pencapaian sebesar US$ 160 miliar per tahunnya.
Lebih lanjut, Hashim menyampaikan, dengan rencana ini negara memiliki fleksibilitas lebih dalam menerapkan leverage dibandingkan sektor swasta, yang memiliki batasan tertentu.
Oleh karena itu, dengan skema ini, diharapkan pemerintah bisa mencapai proyek bernilai besar dalam setahun.
“Bisa paham ya kenapa saya optimis?,” tandasnya.
[Sumber: Kontan.co.id]












