KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Menteri Pertahanan RI sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto pada konferensi tingkat tinggi (KTT) terkait Gaza di Amman, Jordania (11/6) menunjukkan ketegasan terhadap Israel.
Sikap tegas Prabowo tersebut, mendapat apresiasi Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid.
Menurut politisi Partai Golkar ini, sikap Prabowo menunjukkan ketegasan Indonesia terhadap berbagai pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel.
“ Sikap ini menunjukkan ketegasan Indonesia terhadap berbagai pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel. Namun negara-negara besar seolah abai dan terus membiarkan sehingga korban warga sipil di Gaza terus berjatuhan,” demikian disampaikan Meutya Hafid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat [14/6].
Menurut Meutya, Prabowo mengajak semua pihak, khususnya negara-negara besar, untuk menghormati hukum internasional, pada KTT “ Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” itu.
Dia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional sebagai fondasi utama dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas global.
Meutya pun berharap seruan yang disampaikan oleh Prabowo dalam KTT direspons positif oleh komunitas internasional dan membawa perubahan nyata dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza.
“Inisiatif ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan Palestina dengan cara damai dan bermartabat,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mewakili Presiden RI Joko Widodo menghadiri KTT terkait Gaza di Amman, Jordania (11/6).
Dalam pertemuan itu, ada empat poin yang disampaikan Prabowo sebagai sikap Indonesia, yaitu Indonesia berkomitmen meningkatkan dukungan dana untuk Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Kedua, Indonesia siap mengirimkan lebih banyak tenaga medis dan membangun RS lapangan, mengirimkan kapal bantu rumah sakit ke Gaza, dan kembali menerjunkan bantuan dari udara ke Gaza jika dibutuhkan.
Ketiga, Indonesia siap menerima hingga 1.000 pasien dari Gaza untuk dirawat di Indonesia dan mereka akan dipulangkan kembali manakala situasinya kembali normal.
Keempat, Indonesia juga siap memberikan perawatan pascatrauma kepada anak-anak korban perang di Gaza, juga menyekolahkan mereka, kemudian memulangkan mereka kembali manakala situasi di Gaza telah pulih dan normal.
[Antara/red]










