Kereta Cepat Bandung-Yogya-Solo, Diusulkan Sebagai Proyek Strategis Nasional

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Pengerjaan Kereta Cepat Bandung-Jogja-Solo-Surabaya, diusulkan ke dalam proyek strategis nasional yang baru. Nantinya, pendanaan proyek strategis nasional yang baru, berasal dari swasta murni, sehingga tidak membebani APBN.

Usulan tersebut, disampaikan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam rapat terbatas yang dipimpin presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jumat [6/10].

Airlangga Hartarto mengatakan, sebagai salah satu upaya dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, pengembangan infrastruktur dan wilayah menjadi bagian penting yang terus diakselerasi oleh pemerintah.

“Tingginya kebutuhan infrastruktur dan sebagai upaya mendorong pemerataan berbagai wilayah, pemerintah mengadopsi strategi dengan menetapkan sejumlah prioritas pembangunan dari seluruh proyek infrastruktur melalui proyek strategis nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/10/2023).

Ketum Partai Golkar ini menjelaskan, per 4 Oktober 2023, sebanyak 170 proyek strategis nasional telah rampung digarap dengan nilai investasi Rp 1.299,41 triliun, serta terdapat 61 proyek yang masih berada dalam tahap konstruksi.

“Kalau kita lihat tahun ini, kita lihat sampai dengan 4 Oktober ada 17 proyek yang nilainya Rp 259,41 triliun, proyeknya baik itu jalan tol, pelabuhan, High-Speed Train Jakarta Bandung juga sudah selesai nilainya Rp 125,7 triliun, kemudian LRT senilai Rp 29,9 triliun, kemudian berbagai kawasan industri, berbagai bendungan, Jalan Tol Cinere-Jagorawi, Serpong-Cinere, dan Tol Pasuruan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, juga terdapat 16 proyek yang belum diresmikan dan akan selesai dengan nilai investasi Rp 179,46 triliun. Adapun proyek tersebut mencakup Jalan Tol Kisaran-Tebing Tinggi, Pelabuhan Likupang, Makassar New Port, Liquefied Natural Gas Train 3 di Papua Barat, Proyek Satelit Multifungsi, Proyek Tangguh LNG, serta beberapa bendungan lainnya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa masih terdapat 25 proyek strategis nasional dengan nilai investasi Rp 151,58 triliun yang akan selesai hingga 20 Oktober 2024 mendatang baik jalan tol, kawasan industri, bandara, dan kampus Universitas Islam. Sedangkan, antara 20 Oktober hingga Desember 2024 akan terdapat 12 proyek strategis nasional dengan nilai Rp 23,45 triliun.

Terkait dengan pembangunan proyek strategis nasional yang ditaksir akan selesai di atas 2024, Airlangga menyebutkan masih terdapat 42 proyek dengan estimasi nilai investasi Rp 1.427,36 triliun. Ke depan pemerintah berkomitmen untuk memastikan berbagai proyek tersebut dapat diselesaikan dengan optimal.

“Karena sifatnya proyeknya sudah berjalan dan financial-nya sudah closing, tentunya ini proyek berlanjut sampai dengan selesai,” ucapnya

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *