Antisipasi lonjakan Omicron, Edy Rahmayadi keluarkan 10 kebijakan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengeluarkan 10 kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, terutama varian Omicron.

 

KINERJAEKSELEN.co, Medan — Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengeluarkan 10 kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, terutama varian Omicron.

Diketahui, kenaikan kasus Omicron terus terjadi di Indonesia. Di Sumut, kenaikan kasus Covid-19 juga meningkat siginifikan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan dalam seminggu terakhir kasus Covid-19 di Sumut naik empat kali lipat.

Untuk itu, Gubsu Edy Rahmayadi menggelar rapat koordinasi dengan bupati/wali kota se-Sumut, direktur rumah sakit se-Sumut, dan instansi terkait lainnya, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Senin (7/2/2022).

Dalam rapat tersebut, Edy menyampaikan 10 kebijakan yang harus diterapkan bupati/wali kota di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

“Kasus kita tercatat sudah ada 245. Jadi saya minta 10 kebijakan ini ditaati. Apabila ada pelanggaran akan didisipilinkan,” tegasnya.

Berikut ini 10 kebijakan Gubsu untuk mengantisipasi lonjakan Omicron:
1. Pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan secara hybrid 50% daring dan 50% luring mulai 7 Februari 2022 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

2. Melakukan surveilans epidemiologi/penemuan kasus aktif Covid-19 di satuan pendidikan.

3. Penghentian sementara PTM terbatas, jika positivity rate lebih besar atau sama dengan 5%.

4. Melaksanakan swab RT-PCR acak pada pendatang dari Jakarta, Jawa dan Bali di bandara, pelabuhan, dan terminal bus.

5. Melaksanakan percepatan vaksinasi booster Covid-19 pada lansia dan komorbid.

6. Melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di rumah atau tempat ibadah.

7. Jam operasional pusat perbelanjaan/mall dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

8. Jam operasional rumah makan/restoran/kafe dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.

9. Memastikan isolasi terpusat di kabupaten/kota tetap diaktifkan bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

10. Memberikan pelayanan telemedicine kepada pasien terkonfirmasi Covid-19, khsusnya di Kota Medan.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *