KINERJAEKSELEN.co, Ambon – Komisi II DPRD Provinsi memanggil Dinas terkait yaitu Pertamina dan Bulog, untuk melakukan rapat terkait dengan ketersediaan BBM dan stok Sembako jelang Idulfitri, yang berlangsung di ruang rapat kantor DPRD Maluku, Senin 3/4/2023.
Komisi II DPRD Maluku hari ini sengaja memanggil Pertamina dan Bulog untuk memastikan kesiapan mereka dalam rangka menyiapkan BBM maupun stok pangan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang idulfitri. Dalam penyampaian mereka tadi bahwa pihak Pertamina sendiri sudah menyiapkan semua itu dari jauh-jauh hari dan mereka pastikan penyaluran akan sampai ke titik-titik yang paling akhir dalam rangka idulfitri aman, ungkap Ketua Komisi II DPRD Maluku, John Johanis Lewerisa.
Begitu juga dengan Bulog ujar Lewerisa, ada sekitar 180 ton dan juga bantuan dari pemerintah pusat stok tetap aman, yang akan disiapkan jelang hari raya idulfitri di provinsi Maluku.
Secara keseluruhan kesanggupan mereka untuk menyediakan stok pangan Baik dari Bulog maupun BBM dari Pertamina kler.
Itu tugas komisi kita memanggil mereka untuk memastikan agar jangan sampai dikemudian hari ada Masyarakat-masyarakat yang mengeluh, menkomplen kita bahwa, tidak ada kordinasi dengan baik sehingga terjadi kelangkaan BBM dan kelangkaan sembako di masyarakat.
Dirinya berharap ketersediaan stok BBM dan ketersediaan sembako saat Ramadhan dan jelang Idulfitri tetap terjaga agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Maluku khususnya di Ambon.
Sales area wilayah kota Ambon Angga Yudi winata dari pihak Pertamina menambahkan bahwa, terkait dengan ketersediaan stok baik itu BBM dan Elpiji sesuai dengan yang sudah disampaikan tadi relatif aman, untuk transportasi mungkin yang rumah tangga. Dan untuk stok minyak tanah cukup aman, baik di SPBU maupun agen minyak tanah relatif aman.
DitambahkanTerkait dengan barcode yang juga disoroti oleh komisi II, sebetulnya adalah program subsidi. Tujuannya agar subsidi tersebut tepat sasaran ke transportasi-transportasi yang memang diperbolehkan untuk mengusir subsidi.
Harapan kita lanjut Winata, untuk menjaga agar data kendaraannya aman maka masyarakat baik pengguna pertalite maupun solar menggunakan QR.
Biasanya karena belum mempunyai QR masih secara manual potensi kesalahan masih cukup tinggi karena yang mencatat manusia sedangkan jika menggunakan QR sudah by sistem. Jadi harapan kita semua pengguna sudah mulai mendaftarkan data kendaraannya sehingga memiliki QR, harapnya.
Ada material promo yang dipasang di SPBU dan disitu juga ada hard disk yang berfungi agar masyarakat bisa memberikan pertanyaan. Masyarakat juga harus memiliki smartphone untuk penggunaan QR karena QR bisa dicetak atau menggunakan aplikasi web dan setelah mendapatkan web baru bisa dicetak dan dibawa-bawa, jelasnya.
Untuk sosialisasi tentang QR ini ungkap Winata, sebenarnya sudah dari tahun lalu bulan Junior 2022, sudah mulai kita lakukan sosialisasi dan sampai sekarang SPBU juga membukakan tempat pendaftaran untuk itu, bagi yang susah melakukan pendaftaran. Supir angkot juga mengetahuinya, kemarin waktu demo ASKA kita juga telah sosialisasikan ulang ke mereka dan mereka mengetahui hal itu.
Sementara terkait dengan antrian jelasnya, kemarin kita lihat karena memang SPBU sedikit tutup lebih awal, tapi sekarang ini kita buka 24 jam. Antrian mungkin terjadi saat-saat pagi biasanya orang mau berangkat kerja atau pulang kerja. Itu nanti akan kita coba petakan kembali jalur antrian dan apabila tidak mencukupi maka kita akan bekerja sama dengan Polantas untuk mengatur antrian di SPBU sehingga tidak menghambat arus lalu lintas yang ada di depan SPBU tandas Winata.
Mohammat Nurlette











