Surya Paloh: Tidak Mungkin Mengatasi Permasalahan Bangsa hanya Membuat Tambahan Undang-undang

Kongres III Partai NasDem Tahun 2024 di Jakarta Convention Center [JCC] Minggu [25/8/2024], Foto liputan6.com

“ Kita bebas bergerak, berbicara, mengeluarkan pendapat sepakat, dan kadang-kadang tidak sepakat. Tetapi itulah dinamikanya. Itulah artinya kenapa kita mempunyai suatu nilai dari perspektif, pandangan, untuk mencari kesamaan demi kesamaan, bukan perbedaan,” kata Surya Paloh.

 

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Saat memberikan amanat dalam Kongres III Partai NasDem Tahun 2024 di Jakarta Convention Center [JCC] Minggu [25/8/2024], Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan kader partai dan seluruh tamu undangan, bahwa persoalan bangsa tak dapat diselesaikan hanya dengan menambah undang-undang [UU]

Menurut Paloh, itu tak lebih dari cara menyiasati undang-undang.

“ Tidak mungkin kita mengatasi permasalahan ini hanya membuat tambahan undang-undang, undang-undang yang ada kita buat lagi undang-undang, dan kita buat lagi undang-undang. Akhirnya, justru kita terjebak untuk melihat betapa kita mulai mencoba menyiasati undang-undang. Ini yang menjadi permasalahan kita,” kata Ketum Surya Paloh.

Kongres Partai NasDem ke III, digelar selama 3 hari dari tanggal 25 sampai dengan 27 Agusutus 2024. Acara ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo, yang hadir mengenakan kemeja biru berwarna biru khas NasDem.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memuji NasDem yang konsisten mendukung dirinya, terutama saat ia maju pada pilpres 2014 dan 2019.

Terkait hal itu, Surya Paloh menyebut NasDem dan pemerintahan Jokowi merupakan mitra yang setara.

“ Kita bebas bergerak, berbicara, mengeluarkan pendapat sepakat, dan kadang-kadang tidak sepakat. Tetapi itulah dinamikanya. Itulah artinya kenapa kita mempunyai suatu nilai dari perspektif, pandangan, untuk mencari kesamaan demi kesamaan, bukan perbedaan,” kata Surya Paloh.

“ Inilah yang menyebabkan satu proses perjalanan hampir 10 tahun ini. Kadang-kadang kita bisa tersenyum, kadang-kadang kita bisa termangu, kadang-kadang kita bisa terhenyak duduk sedikit memikirkan apa yang sebenarnya kurang dengan NasDem ini,” kata Surya Paloh lagi.

Surya Paloh menegaskan, terlepas dari itu, Presiden Jokowi selalu punya niat baik.

Walaupun demikian, Surya Paloh menyebut dari Presiden Jokowi NasDem belajar hanya bermodalkan niat baik tidak cukup, karena harus ada strategi yang tepat.

“ Inilah gambaran suasana kebatinan kita. Tantangan demi tantanan tentu merupakan kewajiban kita untuk mengatasi, bersinergi membangun bangsa ini,” kata Surya Paloh.

[nugroho/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *