KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Gelaran pemilihan umum telah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya menetapkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
Pasangan Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara. Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 40.971.906 suara, sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md 27.040.878 mendapatkan suara.
Saat ini, MK tengah memproses penyelesaian sengketa Pilpres. Melalui penyelesaian sengketa hasil pemilu di MK, perkara yang bersifat politis serta tuduhan kecurangan dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum sehingga diharapkan menghindari kemungkinan terjadinya aksi-aksi yang tidak kita inginkan.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie meyakini, meski sengketa Pilpres tengah bergulir di MK, dan banyak tekanan agar MK membatalkan kemenangan Prabowo-Gibran, MK akan bekerja profesional sesuai dengan koridor dan kewenangannya, dan menolak membatalkan kemenangan Paslon nomor urut 02.
“ Saya kira sengketa pilpres yang menolak bahkan membatalkan kemenangan Prabowo-Gibran yang meraup 96,2 juta pemilih akan nihil atau zero. Mahkamah Konstitusi tidak memutuskan soal tahapan dan sistem tapi hasil akhir KPU yang memenangkan pasagan Prabowo,” kata Jerry melalui keterangan yang diterima redaksi strateginews.id, Sabtu [20/4/2024].
Jerry menyebut, bisa saja 8 hakim akan menolak tuduhan tak berdasar dengan membawa politik bansos dan batas usia Gibran.
“ Saya kira secara esensi, substansial dan eksistensial maka gugatan sengketa pemilu ini tak akan berpengaruh dalam menetapkan Prabowo pemenang pilpres. Pertama, Prabowo dan Gibran menang dalam puluhan quick count lembaga survei. Jadi lembaga survei ini ada yang menyebut kemenangan pasangan Gemoy 02 ini berkisar 52-56 persen,” ujar pengamat politik jebolan Amerika Serikat ini.
Dikatakan Jerry, lembaga survei ini bukan abal-abal tapi resmi terdaftar di KPU.
Menurut hasil penghitungan Charta Politika (PT Indonesian Consultant Mandiri) Anies-Cak Imin: 25,70 persen, Prabowo-Gibran: 57,79 persen. Ganjar-Mahfud: 16,50 persen. data yang masuk: 98,40 persen,Indikator Politik Indonesia Anies-Cak Imin: 25,36 persen, Prabowo-Gibran: 58,02 persen, Ganjar-Mahfud: 16,62 persen. Jumlah data yang masuk: 99,00 persen
Belum lagi lembaga survei Kompas, LSI, Poltracking Indonesia, Vox Pol Center, Populi Center sampai Kedai Kopi. Jadi ada 10 lembaga survei yang merulis kemenangan Prabowo-Gibran 1 putaran.
Kedua, kata Jerry, berdasar pada Real Count (KPU), dimana kemenangan Prabowo saat dibacakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menempatkan Prabowo unggul 58 persen. KPU mencatatkan bahwa Prabowo-Gibran berhasil meraup suara sebanyak 96.214.691 suara atau 58,58%.
Selanjutnya, di urutan kedua diikuti oleh pasangan 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 40.971.906 suara dengan persentase 24,94% suara yang diraih. Lalu, jumlah suara sah pasangan 03 Ganjar Pranowo-. Mahfud MD sebanyak 27.040.878 suara atau 16,47%
Ketiga, ungkap Jerry Kemenangan Mahkamah Konstitusi
“ Saya kira 8 hakim tak akan terpengaruh dengan sengketa Pemilu yang dibawa ke MK mulai dari Sirekap, Bansos, kecurangan saat pemungutan suara sampai isu usia Gibran yang tak layak. Menurut penggugat inkonstitusional padahal senua tahapan KPU mulai pendaftaran, debat, kampanye sampai pemungutan suara sudah dilalui. Jadi bisa saja argumen penggugat bakal mental. Kan, bukan saja penghitungan melalui Sirekap. Kan ada audit serta suara yang dihitung secara manual. Apa yang harus dipersoalkan. Apalagi pasangan 01 dan 03 memiliki saksi-saksi dan tak bisa dibohongi dan direkayasa,” beber Jerry
“ Bagaimana mungkin pasangan 02 akan berbuat curang kebanyakan kepala daerah di Indonesia dari PDIP mana mungkin ada kecurangan. Justru pasangan 01 dan 03 di sejumlah tempat melakukan kecurangan. Diperkirakan 3 kemenangan Prabowo di pilpres . Kemenangan terakhir pembacaan keputusan MK yang memenangkan Prabowo-Gibran pada Senin,” pungkas Jerry Massie.
[Rus/red]










